HONG KONG, CNN INDONESIA.ID — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Alvis Anjabie, Diana sintya maharani
Deisya aifa refani mengikuti ajang internasional Smart Logistics Datathon 2026 yang berlangsung di Hong Kong pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Kompetisi ini menjadi ajang bagi mahasiswa dan peserta dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan dalam mengolah data, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan industri logistik modern.
Smart Logistics Datathon 2026 diselenggarakan oleh Asian Institute of Supply Chains & Logistics (AISCL), The Chinese University of Hong Kong (CUHK). Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan analisis data dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi sistem transportasi, rantai pasok, serta pengelolaan logistik.
Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang untuk mengembangkan solusi berdasarkan data yang tersedia. Kemampuan mengidentifikasi permasalahan, menyusun metode analisis, menghasilkan temuan yang relevan, serta mempresentasikan gagasan menjadi bagian penting dalam penilaian.
Keikutsertaan mahasiswa Indonesia dalam kompetisi bertaraf internasional seperti ini diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat daya saing generasi muda Indonesia di bidang teknologi dan analisis data.
Bagi mahasiswa, Datathon bukan sekadar perlombaan, melainkan kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi dunia industri. Melalui pendekatan berbasis data, peserta diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berpotensi diterapkan untuk mendukung perkembangan sektor logistik di masa depan.

Kompetisi Smart Logistics Datathon 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 30 Oktober sampai 1 November 2026, di Hong Kong International Aviation Academy, Hong Kong.
Ajang ini juga menawarkan hadiah bagi tim berprestasi. Berdasarkan informasi yang sebelumnya dirujuk dari penyelenggara, hadiah utama kategori universitas mencapai HK$50.000.
Partisipasi mahasiswa dalam kompetisi internasional semacam ini menjadi bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia Indonesia agar semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan perkembangan ekonomi berbasis data.
(Basa)

