Damai Aceh sudah sampai 19 tahun

- Redaksi

Kamis, 15 Agustus 2024 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, CNN Indonesia.id –  Tampa terasa proses damai Aceh yang berliku dan suram sudah sampai 19 tahun.
15 Agustus 2005 tersentak damai dan perubahan alam kembali pada kesejukan. Tidak lagi terdengar suara jeritan masyarakat Aceh. Seperti orang janda, anak yatim keluarga TNI dan keluarga Gerakan Aceh Mardeka (GAM) yang selalu memohon doa agar Aceh tidak lagi terjadi komplik.
Ternyata Allah maha adil dan bijaksana, memberikan sunami yang dahsyat menimpa Kota Banda Aceh dan beberapa Kabupaten/kota sehingga alam Aceh sunyi senyap dalam  hitungan menit.
Ternyata semua takdir tuhan pada hambanya melahirkan hasil atau keuntungan yang lebih baik dari pada cobaan yg di berikan.

Subhanallah tampa terasa, Damai Aceh sudah sampai 19 tahun. Sedangkan butir-butir damai sampai sekarang masih ada tolak tarik antara dua kepentingan, yaitu kepentingan lokal (Aceh) dengan kepentingan Nasional.
Hal tersebut melahirkan kedua belah pihak tokoh perintis Damai Aceh mulai gelisah. Apakah Aceh kedepan lebih baik atau lebih buruk.
Tokoh Aceh dan tokoh RI yang terlibat damai sudah tau, merintis damai itu pahit sedangkan tokoh yang menikmati Damai Aceh tidak pernah tau merintis itu pahit. Sehingga setelah terjadi damai mulai muncul pahlawan kesiangan atau di sebut jamur muncul dalam jerami (kulat timoh lam jumpung pade gop lhe).
Tokoh perintis damai dan tokoh yang merawat damai sedang berpikir dan berusaha bagaimana butir MOU Helsinki bisa tertuang penuh dalam Qanun Aceh, sehingga Aceh dan NKRI selalu bersinar dalam damai. Karna membeli damai tidak cukup dengan uang kecuali dengan keikhlasan hati yang baik. Artinya saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekilafan yang telah terjadi.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja Pertama ke Jateng, Menteri Nusron: Samakan Gelombang Pemikiran dan Filosofi untuk Mencapai Tujuan

Sedangkan di sisi lain damai Aceh selalu di kikis oleh tikus berdasi atau tokoh yang tidak pernah merasakan bahwa merintis damai itu pahit. Sehingga keadaan Aceh yang seharusnya sudah lebih maju dan sejahtera untuk seluruh masyarakat sampai pelosok desa.
Tapi yang terjadi adalah kemiskinan, krisis kepercayaan, cepat mempercayai info yang belum tentu benar.
Dan sekarang jadi bahan gorengan renyah dari oknum yang bepolitik, salah satu cara menguasai kemenangan demokrasi pilkada November nanti. Jika masyarakat Aceh terbuai dan percaya pada janji manis tokoh politik yang memanfaatkan damai Aceh di perkirakan Aceh akan lebih buruk dari sekarang. Tapi jika di percayakan pada tokoh Aceh yang pernah merintis damai dan terlibat langsung dalam komplik Aceh saya nyakin. Aceh bisa melahirkan Qanun Aceh yang sesuai bunyi MOU yang telah di sepakat oleh kedua belah pihak yaitu RI dan GAM.
Di akhir kata saya ucapkan selamat hari damai Aceh yang ke-19 tahun. Semoga Aceh lebih baik kedepan dari yang sudah baik sekarang.

Gumarni,S.H.,M.Si tokoh kombantan GAM dan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA).(iskandar)

Berita Terkait

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina
Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy
Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan
Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika
IPM Desak Polisi Antisipasi Bandar Asal Padangsidimpuan Buka Pasar di Madina
Presidium Terpilih Mundur Di Tengah Forum, Muswil KAHMI Sumut Jadi Sorotan
Launching Program MBG di Desa Dalan Lidang, 1.389 Anak dan Tenaga Pendidik Mendapat Makanan Bergizi Gratis
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:07

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:39

Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:02

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:14

Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:16

Presidium Terpilih Mundur Di Tengah Forum, Muswil KAHMI Sumut Jadi Sorotan

Senin, 11 Mei 2026 - 08:48

Launching Program MBG di Desa Dalan Lidang, 1.389 Anak dan Tenaga Pendidik Mendapat Makanan Bergizi Gratis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:00

Sentralisasi SDA Dinilai “Mengudeta” Otonomi Daerah, Akademisi dan Tokoh Masyarakat Soroti Dominasi Pemerintah Pusat

Berita Terbaru