Refnawati SH Bersama DHD 45 Kunjungi Cagar Budaya, Rumah PDRI Yang Hampir Terlupakan

- Redaksi

Rabu, 11 September 2024 - 01:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Refnawati SH pimpinan umum redaksi SumbarEkspres.com bersama DHD 45 Prov. Sumbar dan sekretaris Kesbangpol Propinsi Sumatra Barat, mengupas tanggapan pelaku sejarah Bapak Muchtazar ( 90 tahun ) dalam kunjungan ke Koto Tinggi oleh Tim Terpadu Pengembangan Monumen PDRI tanggal 11- 12 September 2024.

Dalam rangka meminta tanggapan pelaku sejarah, atas rencana kunjungan Tim Terpadu pengembangan kawasan monumen PDRI ke Nagari Koto Tinggi Kabupaten 50 kota, lokasi Monumen Bela Negara yang di usulkan pengembangan kawasan menjadi proyek strategis Nasional Bidang Sejarah dan Parawisata.

Dalam tanggapan bapak Muchtazar ini Refnawati SH menjelaskan bahwa, Sebelum melanjutkan perjalanan ke Koto Tinggi, TIM terlebih dahulu singgah di kota Bukittinggi, untuk mengenal sejarah peninggalan PDRI, yang salah satu di antaranya yang di kunjungi adalah Rumah PDRI ,tempatnya agak di pelosok sedikit, bukan di jalur utama, dan untung nya mudah di temukan,dan sebelum menuju Rumah PDRI Tim berbincang bincang dan berdiskusi terlebih dahulu di gedung Tri Arga, mengupas sejarah PDRI yang ada di Bukittinggi ujarnya.

Setelah lebih kurang 1 jam bercerita mengenai sejarah PDRI yang ada di Bukittinggi, Tim langsung menuju rumah PDRI ,ketika kita melihat kondisi Rumah PDRI ini, nyatanya kondisinya seperti tidak ada yang mengurus, ada beberapa bagian bangunan yang sudah rusak di dalamnya, sehingga menimbulkan kesan yang menyeramkan imbuhnya .

Dahulunya rumah PDRI ini, pernah jadi kediaman rumah dinas Gubernur Sumatra Tangah ,Tengku Moh Hasan tuturnya.

Tak kalah pentingnya rumah ini memiliki peran penting bagi kedudukan geopolitik di Indonesia.
Rumah PDRI Bukittinggi ini posisinya terbilang strategis, tidak jauh dari eks Bioskop Sovia dan Jam Gadang, tepatnya berada di jalan Setia Budi no 202 kawasan parak kopi kota Bukittinggi paparnya.

Secara kepemilikan rumah ini merupakan aset Propinsi Sumatra Barat ,kabarnya pemerintah Propinsi dan pemerintah kota Bukittinggi tengah berupaya untuk melakukan retorasi bangunan ini, agar dapat di jadikan Musium, sehingga menambah kesemarakan Bukittinggi sebagai kota perjuangan yang telah di kenal luas secara Nasional tukasnya.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Kampeh Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi, Riyan Permana Putra Apresiasi Kinerja Polsek Baso

Rumah PDRI Bukittinggi memiliki bentuk bangunan khas Belanda, Bangunan memang seperti rumah pejabat, yang dibangun semasa kolonial awal abad ke 20,secara kasat mata rumah PDRI BUKITTINGGI memiliki arsitektur bergaya Art Deco, yang di gabungkan dengan gaya Tropika ,Bangunan hunian khas yang banyak di buat oleh bangsa Belanda ketika di Indonesia jelasnya.

Rumah PDRI Bukittinggi mempunyai luas area sekita 1.432 meter, bangunan yang di dominasi menggunakan Batu Bata, di plaster semen dan di cat dengan warna putih,tampilan fasad utama bangunan dengan dinding yang menggunakan bebatuan kecil, dengan cat warna hitam ,dengan atap mengunakan genting, jendela yang banyak dengan material kayu,dengan perpaduan kayu dan kaca, Ventilasi pada rumah PDRI ini merupakan bentuk Geometris sederhana, antara lain persegi panjang ,sedangkan untuk pintunya mengunakan kayu dan kaca dengan dua bukan daun pintu,untuk lantai ubin bahan tegel polos dan bermotif, urainya menjelaskan.

Alhamdulillah Rumah PDRI Bukittinggi telah di renovasi sejak Mei 2021 dan bagian yang rusak sudah di perbaiki .

Setelah renovasi tahun 2022,rumah ini pun terlihat lebih segar, dengan perpaduan cat yang di dominasi warna putih dan hitam , halaman sekitar rumah pun sudah dirapikan dari rumput liar ,dan juga sudah ada yang tinggal didalam rumah ini, artinya sudah ada yang mendiaminya,secara tidak langsung sudah ada yang menjaga dan merawatnya.

Terkait dengan status bangunan ini masih milik Propinsi, setidaknya jejak peninggalan bersejarah di Ranah Minang masih bisa di selamatkan dan di angkat kembali ceritanya untuk generasi berikutnya tuturnya.

Rumah PDRI Bukittinggi ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, pada tahun 2021 melalui SK Walikota Bukittinggi Nomor : 188.45 – 335 – 2021 dengan status Cagar Budaya Rumah PDRI pungkasnya.(FJ)

Berita Terkait

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?
Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:29

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:35

LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:33

Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:27

Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:07

Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan

Berita Terbaru