Membangun Kecerdasan Sosial dan Emosional

- Redaksi

Jumat, 13 September 2024 - 22:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Article, CNN Indonesia.id – Membangun Kecerdasan Sosial dan Emosional

Oleh Dilla, S.Pd.

CGP Angkatan 11 SMPN 2 Bukittinggi

Apa itu kecerdasan? Dalam KBBI arti kecerdasan adalah kesempurnaan akal budi seperti kepandaian, dan ketajaman pikiran. Jadi kecerdasan ini bisa diartikan sebuah kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang dalam belajar, berpikir dan memahami serta menyelesaikan suatu masalah. Sementara kecerdasan sosial emosional adalah kemampuan untuk mengenali diri, memahami dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.

Selain itu kecerdasan ini juga mencakup keterampilan sosial seperti komunikasi, empati dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Ada beberapa kompetensi yang harus dikuasai untuk meningkatkan kecerdasan sosial dan emosional di sekolah dan selanjutnya bisa diterapkan dalam menjalani kehidupan.

Kompetensi pertama yang harus dimiliki adalah adanya kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan, emosi dan nilai-nilai diri sendiri dan bagaimana pengaruhnya pada berbagai situasi kehidupan. Apa saja bentuk nyata adanya keasadaran diri bagi individu ini? Diantaranya adalah mampu mengidnetifikasi kekuatan diri dan budaya, mampu mengelola emosi di dalam diri, menunjukkan integritas, kejujuran dan mampu mempertimbangkan, menghubungkan perasaan, pikiran dan nilai-nilai yang ada pada diri.

Kompetensi berikutnya adalah manajemen diri yaitu suatu kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran dan perilaku secara efektif dalam berbagai situasi untuk mencapai tujuan. Adapun langkah yang dilakukan adalah mampu mengelola emosi, menunjukan disiplin dan motivasi diri.

Mampu merancang tujuan bersama dan pribadi serta memiliki keberanian untuk mengambil inisiatif. Berikutnya lagi adalah kompetensi keasadaran diri yaitu kemampuan untuk memahami sudut padangan dan dapat berempati dengan orang lain termasuk dengan mereka yang berlatar belakang budaya dan konteks yang berbeda.

Hal yang bisa dilakukan adalah mempertimbangkan pandangan dan pemikiran, mengakui kemampaun atau kekuatan diri dan orang lain serta mampu mendemonstrasikan empati dan rasa welas asih, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama.

Kompetensi penting lainnya dalam mewujudkan kecerdasan sosial emosional ini adalah keterampilan berelasi, yaitu suatu kemampuan untuk membangun dan mempe rtahankan hubungan yang sehat dan suportif.

Dapat diwujudkan dan dipraktikkan melalui kemampuan berkomunikasi dengan efektif, mengembangkan relasi dan hubungan yang positif. Selain itu juga bisa memperlihatkan kopetensi kebudayaan dan memepraktikan kerjasama tim dalam pemecahan masalah secara kolaboratif.

Selanjutnya dapat melawan tekanan sosial yang negatif, menunjukan sikap kepemimipinan dalam kelompok dan mencari atau menawarkan bantuan apabila membutuhkan, serta mampu mebela hak-hak orang lain.

Baca Juga:  Komitmen Capai Target Program Strategis dalam Masa Transisi Pemerintahan, Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Kinerja Jajaran Pusat dan Daerah

Kompetensi berikutnya adalah mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Yaitu bentuk kemampuan untuk mengambil pilihan membangun yang berdasarkan atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar etis dan rasa aman. Kompetensi ini dapat mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis diri dan masyarakat serta kelompok.

Adapun hal nyata yang bisa dilakukana adalah mampu menunjukan rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran dalam menghadapi suatu masalah. Berlatih membuat keputusan dan berargumen yang masuk akal, setelah menganalisis informasi, data dan fakta. Mampu mengantisipasi dan mengevaluasi konsekuensi dari tindakan dan menyadari keterampilan berpikir kritis.

Dengan adanya kompetensi ini, diharapkan bisa meningkatkan kecerdasan sosial emosional pada diri seseorang. Meningkatkan kecerdasan ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran, namun dengan konsisten mempraktikkan langkah-langkah di atas, diharapkan kita akan dapat mengalami perubahan positif dalam hidup. Ingatlah, setiap langkah kecil yang diambil akan membawa perubahan yang lebih dekat kepada tujuannya.

Sehingga terciptalah tujuan hidup yang bahagia dan lebih berarti. Intinya kecerdasan sosial dan emosional ini bukan hanya sekadar kemampuan untuk bergaul, tetapi juga merupakan kunci untuk mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik. Semoga dengan kemampuan mengelola kecerdasan sosial emosional ini dapat membangun hubungan yang lebih sehat dalam mengatasi stress dan lebih efektif dalam mencapai tujuan hidup.

Kesimpulannya kecerdasan sosial emosional ini dilakukan untuk membantu setiap individu mengembangkan kemampuan dan mengenali serta memahami diri sendiri dan orang lain.

Selain itu pembelajaran sosial emosional ini juga membekali siswa untuk memiliki keterampilan sosial yan diperlukan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Hal ini dapat dilakukan melalui program pembelajaran di sekolah melalui ekstrakurikuler, pembelajaran berbasisi proyek, ataupun integrasi dalam beberapa mata pelajaran.

Kecerdasan sosial emosional ini adalah investasi jangka panjang yang sangat diperlukan untuk pengembangan diri setiap individu. Dengan dibekalinya pembelajaran ini, diharapkan dapat membantu tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia dan sukses.

Biodata Penulis

Dilla, S.Pd. lahir di Bukittinggi, pada tanggal 8 Juni 1981. Beralamat di Jl. H. Abdul Manan No. 49, Simpang Guguk Bulek, Bukittinggi. Saat ini mengajar di SMPN 2 Bukittinggi. Telah menerbitkan 4 buku tunggal dan puluhan buku antologi.

Penulis bisa dihubungi melalui email, dillaspd6@gmail.com, facebook: Espede Dilla, Instagram: @dilla.spd dan telegram: dilla S.Pd blog: www.dillaspd.my.id Nomor Kontak dan WA: 081363320742

Berita Terkait

Waspada Wartawan Bodrex, Mengancam Masyarakat dengan Modus VC Bugil dan Pemerasan
PAD Pariwisata Samosir Tembus Rp14 Miliar! Kunjungan Wisatawan Melonjak, Pemkab Siap Tingkatkan Pelayanan Lebih Baik
Desa Panamparan dan Pararungan di kaki Dolok Surungan
Lembaran Baru Menuju wisata Alam Kawasan Dolok Surungan
Proyek Jembatan APBN Rp82,6 Miliar di Batahan Disorot, Gara – Gara Papan Informasi Tak Terpasang
PDAM Tanimbar Terapkan Aturan Baru Tak bayar Rekening Air 3 Bulan Putus Permanen
Pelantikan Pengurus DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru Periode 2026/2027 Resmi Digelar
TPL Serahkan Dukungan Pembangunan Kantor Desa Simpang Sigura-gura
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 03:15

Waspada Wartawan Bodrex, Mengancam Masyarakat dengan Modus VC Bugil dan Pemerasan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:22

PAD Pariwisata Samosir Tembus Rp14 Miliar! Kunjungan Wisatawan Melonjak, Pemkab Siap Tingkatkan Pelayanan Lebih Baik

Sabtu, 17 Januari 2026 - 03:05

Desa Panamparan dan Pararungan di kaki Dolok Surungan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:31

Lembaran Baru Menuju wisata Alam Kawasan Dolok Surungan

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:50

Proyek Jembatan APBN Rp82,6 Miliar di Batahan Disorot, Gara – Gara Papan Informasi Tak Terpasang

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:11

Pelantikan Pengurus DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru Periode 2026/2027 Resmi Digelar

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:52

TPL Serahkan Dukungan Pembangunan Kantor Desa Simpang Sigura-gura

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:15

Kakanim Kelas I Non TPI Agam Jalin Silaturrahmi Bersama Awak Media Guna Tingkatkan Informasi Terhadap Layanan Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

Desa Panamparan dan Pararungan di kaki Dolok Surungan

Sabtu, 17 Jan 2026 - 03:05

Nasional

Lembaran Baru Menuju wisata Alam Kawasan Dolok Surungan

Sabtu, 17 Jan 2026 - 00:31