Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Jargoan Gemilang telah menjadi kenyataan dengan dimenangkannya Pilkada Serentak Kota Bukittinggi tahun 2024 oleh pasangan Ramlan Nurmatias dan Ibnu Azis dengan Rapat Penetapan KPU Bukittinggi Kamis (9/1).
Penetapan ini akan mengantarkan pasangan Walikota dan Wakil Walikota yang baru untuk segera memimpin Kota Bukittinggi dan akan dilantik dengan program yang telah dijanjikan dimasa kampanye.
Gemilang yang menjadi simbolik program untuk pasangan terpilih dan sudah dipastikan menggantikan simbol-simbol Bukittinggi Hebat akan segera menjadi talen masyarakat Bukittinggi dalam pemerintahan baru dengan menggunakan ungkapan Bukittinggi Gemilang Berkeadilan dan Berbudaya.
Gemilang dapat dikatakan kemegahan yang bersinar atau berkobar. Pada kecantikan bisa menyiratkan kemegahan yang kaya.
Memaknai filosofi gemilang bisa kepada kecemerlangan dari kebanggaan yang istimewa.
Visi dan misi yang sudah menjadi komitmen unggulan selama kampanye akan dituangkan dalam program-program kedepan pemerintahan daerah Kota Bukittinggi dengan kepemimpinan Ramlan Nurmatias dan Ibnu Azis.
Ramlan Nurmatias yang pernah menjadi Walikota Bukittinggi tahun 2016-2021 dan Ibnu Azis pentolan Partai Keadilan Sejahtera yang beberapa kali menjadi anggota legislatif Kota Bukittinggi berhasil bekolaborasi menjadi pasangan unggulan yang hampir rata memenangkan di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Kota Bukittinggi tahun 2024.
Strategi-strategi jitu dan antusias politik semasa Pilkada telah berhasil memenuhi karakter masyarakat Bukittimggi dengan kematangan pasangan yang selalu beraktivitas di Bukittinggi secara pribadi,tokoh dan politik.
Pasca pemilihan presiden dan legislatif Pasangan Gemilang yang didukung Partai Demokrat,PKS serta PAN dengan latar belakang elektoral serta elektabilitas yang dibangun telah menjadi landasan komunikasi politik. Baik saat Pilkada,masa pemerintahan dan kesiapan pasca pemerintahan tahun 2025 hingga 2030 nantinya.
Ramlan Nurmatias sudah tentu akan membuka komunikasi politik kepada setiap partai politik di legislatif Kota Bukittinggi termasuk masyarakat yang arif dalam merespon bila terjadi sumbing politik.
Sementara itu Ibnu Azis yang akan menjadi Walikota dengan komposisi Partai Keadilan secara geografis politik akan cukup baik karena PKS telah memenangkan Pilkada di provinsi ,Kota Bukittinggi dan termasuk Kabupaten Agam tempat dimana pentolan PKS ini dilahirkan.
Dampak pematangan politik Agam Bukittinggi sebagai Koto Rang Agam lewat Ibnu Asis sudah dipastikan sangat kontributif.
Karir politik masing-masing pasangan ini cukup gemilang dan bisa sebagai andalan dengan kuatnya selera rakyat Bukittinggi yang terus beragam serta berkembang.
Bukittinggi telah meluas dan tidak saja sebagai Koto Rang Agam tapi juga kepada pendatang yang terus meluas menjadi ruang hidup dan berkehidupan di Bukittinggi.
Ramlan Nurmatias dengan Demokrat dan Ibnu Azis dengan PKS serta partai koalisi dalam menjalankan pemerintahan mendatang akan berhadapan dengan pemerintah pusat di kombinasi politik Gerindra yang kuat.
Menentukan strategi dan kolaborasi pembangunan harus dipertajam pasangan walikota dan wakil walikota ini agar gemilang tidak hilang.
Kebehasilan gemilang akan menentukan politik karir mereka karena Ramlan kembali menjadi Walikota Bukittinggi sedangkan bagi Ibnu Azis dengan pilihan menjadi Wakil Walikota bukan tanpa konsekuensi serta bisa beresiko sumbing politik di kancah politik yang terus berdinamika ketika berhadapan dengan konstituen ataupun kebijakan pemerintah pusat bila janji-janji politik tidak bisa terealisasikan dengan baik.
Opini,19012025
_Ulya Maksum_
















