Masih Adakah Rumah Besar : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia( ISEI ) di NKRI

- Redaksi

Kamis, 3 April 2025 - 11:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Sampai hari ini para Ahli EKONOMI YANG BERKUMPUL di Group WA ni belum ada satupun yang “ MEMBERIKAN PENCERAHAN OTAK” tentang hal tersebut diatas, yaaaa….. minimal ngomong donk ke Pemerintah langkah langkah apa yang musti segera DILAKUKAN secara “ CRUCIAL”. Jangan pura – pura DIAM ATAU “ SAFETY PLAYER”.

Ini yang disampaikan H. SYAHRIR NASUTION. SE. MM. – MANAGING DIRECTOR : PECI – Indonesia ( Political & Economic Consulting Institute ) Indonesia.kepada CNN Indonesia.Id pada Rabu malam (02/04/2025) melalui akun WhatsApp pribadi nya.

Menyoroti fenomena merosotnya para pemudi pada lebaran tahun 2025, disebabkan tidak adanya daya beli rakyat ( Purchasing Power) masyarakat berkurang. Walaupun adanya upaya Pemerintah memberikan “ INSENTIF” kepada kelompok masyarakat tertentu, namun itu tidak merupakan mengurangi AKAR PERMASALAHAN EKONOMI secara substantif , walaupun segelintir kelompok masyarakat itu bisa merasakannya tertolong dengan adanya Insentif tersebut, namun pada garis besar nya peranan Pemerintah belum menyentuh persoalan yang mendasar dari kehidupan masyarakat untuk memeriahkan hari lebaran itu.

Oleh sebab itu, kita perlu mempertanyakan para Ekonom Ekonom yang handal di Negeri ini yang berkumpul di wadah ISEI secara Nasional, kelihatannya bungkem terhadap kondisi dan situasi yang sedang dihadapi masyarakat saat merayakan “ BULAN BAIK “ ini bagi ummat Islam.

Mudik bukan saja merupakan PRISTIWA TAHUNAN yang erat kaitannya dengan kehidupan rakyat dari aspek keagamaan, namun ini sudah merupakan suatu “ CERMINAN “ hadirnya Pemerintah terhadap kepedulian EKONOMI RAKYAT dalam rangka menghargai MANDAT yang sudah diberikan rakyat untuk mengurus Negara ini terhadap berbagai kebutuhan – kebutuhan rakyat terutama disektor Ekonomi.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yayasan Abu Tanoh Mirah Minta Agar Warga Tidak Melakukan Aktivitas di Tanah HGU

Sampai hari ini para Ahli Ekonomi yang berkumpul di RUMAH BESAR ISEI tidak atau belum ada satu pun yang memberikan PENCERAHAN OTAK anak bangsa ini tentang hal tersebut diatas. Minimal memberikan saran – saran dan langkah – langkah apa yang musti dilakukan secara CRUCIAL , jangan mendiamkan atau menjadi SAFETY PLAYER.

Jangan jadi Para ahli Ekonomi dari berbagai bidang, tapi nyatanya menjadi otak nya “ DUNGU”. Atau seperti orang kerasukan sakit “ SAWAN BABI”. Jangan memikirkan jabatan, posisi sudah Establish pada suatu JOB DIPEMERINTAHAN ATAU PUN MUNGKI DI SUATU KEMENTERIAN , tega rakyat nya jadi melarat dan kebingungan?????.

Fenomena MUDIK ini bukan hanya persoalan “ Transportasi “ menurun arti nya menggambarkan indikator adanya PURCHASING POWER masyarakat ( Daya Beli ) melemah, akan tetapi merupakan “ CERMINAN MULTI DIMENSI “ yang berbias pada melambat nya Economic Growth / Pertumbuhan Ekonomi Nasional mulai dirasakan anak bangsa , bahkan bisa membuka “ LUKA KETIDAK ADILAN” secara menganga dirasakan anak bangsa ini.

Diharapkan Rumah Besar ISEI tersebut jangan menjadi “ MENCIUT DAN KERDIL “ terhadap fenomena – fenomena Ekonomi seperti dan lain nya, ISEI HARUS BERANI BERSIKAP DAN MENERIMA RESIKO POLITIK demi untuk menyelamatkan Bangsa dan Negara ini, daripada nanti dilecehkan Rakyat yang sudah cukup lama bersabar menerima keadaan Ekonomi yang tak kunjung berpihak kepada rakyat kecil.

By H. SYAHRIR NASUTION. SE, MM. Managing Director PECI ( Political & Economic Consulting Institute -) Indonesia.

(M.SN)

Berita Terkait

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 08:34

Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Berita Terbaru