Syah Afandin Gerak Cepat Dukung Ketahanan Pangan Presiden Lewat Panen Padi Organik

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 10:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat. Sumut, CNN Indonesia.id – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, menghadiri kegiatan Gerakan Panen Padi Guna Mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) Produksi dan Prioritas Tanaman Padi) di area persawahan Desa Purwo Binangun, Kecamatan Sei Bingai, pada Jumat, (13/6/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya strategis Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan produksi padi serta mendukung program ketahanan pangan nasional. Fokus utama dari gerakan ini adalah penggunaan pupuk organik oleh para petani guna mendongkrak hasil panen.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syah Afandin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para petani yang mampu meningkatkan hasil panen dari sebelumnya 5 ton menjadi 7,2 ton per hektar setelah beralih ke pupuk organik.

“Saya sangat senang dengan hasil panen kali ini. Ini merupakan bukti bahwa penggunaan pupuk organik membawa hasil nyata yang lebih baik. Selain kualitas meningkat, harga jual gabah saat ini juga cukup baik, mencapai Rp6.600 per kilogram,” ujar Syah Afandin.

Bupati juga mengajak seluruh petani untuk senantiasa bersyukur dan terus bekerja keras dalam mengelola lahan pertanian.

“Sebagus apapun bibit dan pupuk yang digunakan, hasilnya tetap bergantung pada ridho Allah SWT. Saya akan terus memantau perkembangan pertanian di Langkat. Jika terjadi sesuatu yang merugikan petani, yakinlah saya akan berdiri paling depan membela kepentingan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Hendrik Tarigan, S.Pt, M.M.A, menjelaskan bahwa pupuk organik telah terbukti meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Perhitungan melalui metode ubinan menunjukkan hasil yang meningkat drastis.

Baca Juga:  Pj. Bupati Langkat Serahkan Medali Juara Cabor Sambo PON XXI Aceh-Sumut 2024

“Penggunaan pupuk organik ini memberikan dampak nyata. Petani juga tidak lagi khawatir soal harga jual, karena gabah dihargai Rp6.600 per kilogram. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan ketahanan pangan melalui pertanian padi,” jelas Hendrik.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan sektor pertanian merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Langkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor unggulan yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Salah seorang petani, Efendi, juga merasakan dampak positif dari penggunaan pupuk organik. Ia mengatakan, bukan hanya padi, tetapi tanaman lain seperti jagung dan cabai juga menunjukkan kualitas yang lebih baik.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wahyudiharto, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, Camat Sei Bingai Thomas Sitepu, SE, Kapolsek Sei Bingai, General Manager Produsen Raja Pupuk Organik Dyna Grow Henry Bintang, perwakilan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumut Ainal Mardiah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Riskon Purba, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya dalam mendukung petani lokal dan menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.(Ms.Lim)

Berita Terkait

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba
Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah
PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026
Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi
Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina
Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy
Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:38

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:12

Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:10

PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:14

Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:07

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:02

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:14

Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika

Berita Terbaru