UNP Kenalkan Emo-Demo Games untuk Edukasi Gizi di Nagari Sulit Air, Perkuat Sinergi Cegah Stunting

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 07:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok, CNN Indonesia.id – 15 Juli 2025 — Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penerapan Emotional Demonstration (Emo-Demo Games) dalam Pengelolaan Pangan Hewani untuk Pencegahan Stunting” di Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen UNP dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed selaku Ketua Pelaksana dan didukung oleh tim dosen lintas disiplin dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran Hewan, dan Keperawatan yaitu drh. Nur Rahmi, M.Si., dr. Benny Alexander Maisa, M.Biomed, drh. Sedrisa Lidya Pratiwi, M.Pt., serta Ns. Milya Novera, S.Kep., MNS.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga berpartisipasi aktif untuk memberikan edukasi yang bersifat aplikatif di lapangan diantaranya Navila Samsa Volasoohy, Mutia Erliza Mashfufah, Muhammad Khalish Fathani, Muhammad Raif Welfin Alkhairy, dan Ahmad Syauqy Allief.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Sulit Air, A.H. Ayanda Sadra, M.A., yang turut memberikan apresiasi atas kontribusi UNP dalam pembangunan kesehatan nagari. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menekan angka stunting yang masih menjadi masalah serius di banyak daerah.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi UNP. Edukasi kreatif seperti ini sangat penting untuk membentuk pola makan sehat di masyarakat,” ungkapnya di hadapan peserta.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua Badan Pemberdayaan Nagari, Ketua Bundo Kanduang, Kepala Puskesmas, kader Posyandu, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Stunting, Kader Pembangunan Manusia, pelaku UMKM, hingga orang tua asuh serta keluarga anak dengan stunting.

Salah satu keunikan dalam kegiatan ini adalah penggunaan metode Emotional Demonstration (Emo-Demo), sebuah pendekatan yang menggabungkan aspek emosional, partisipatif, dan visual agar pesan gizi lebih mudah dipahami.

Baca Juga:  Irjen A Rachmad Wibowo Sik Resmi Memangku Jabatan Wakil Kepala BSSN RI

Melalui metode ini, peserta diajak terlibat dalam permainan edukatif yang dirancang menarik dan menyenangkan. Dua permainan yang menjadi favorit peserta adalah Gizka Card, yang memperkenalkan kelompok bahan makanan bergizi secara interaktif, serta Susun Balok Cerdas, yang mengajak anak dan orang tua bersama-sama menyusun menu seimbang berbasis bahan pangan lokal.

Selain itu, tim UNP juga memperkenalkan buku mini berjudul “Resep Praktis Atasi Stunting”, yang berisi kumpulan resep bergizi dari sumber protein hewani lokal yang mudah diolah, ekonomis, dan disukai anak-anak. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan pelaku UMKM dalam menyediakan menu sehat dan terjangkau.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Peserta tampak ceria mengikuti permainan edukatif, dan aktif berdiskusi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dalam mendukung tumbuh kembang anak. Para kader Posyandu dan tokoh masyarakat juga mengapresiasi pendekatan edukatif yang digunakan karena dinilai lebih efektif dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat dibandingkan metode penyuluhan konvensional.

Dr. Zuhrah Taufiqa menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu mendorong perubahan perilaku.

“Kami percaya bahwa perubahan yang nyata dimulai dari pemahaman yang menyentuh hati dan diinternalisasi melalui pengalaman. Oleh karena itu, pendekatan emosional dan partisipatif seperti Emo-Demo sangat kami tekankan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi refleksi, pembagian hadiah edukatif untuk peserta anak, dan sesi foto bersama.

Melalui program ini, UNP berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung gerakan pencegahan stunting berbasis masyarakat serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan masyarakat dalam membangun nagari sehat dan bebas stunting di masa depan.

(*)

Berita Terkait

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 08:34

Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Berita Terbaru