Dari Sejarah Sepak Bola ke Stadion Langsa: Legend FC Juara Pemuda Cup U-35 Usai Kalahkan Hamboe FC

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 23:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Langsa, CNN Indonesia. id- Sepak bola memiliki sejarah panjang sebelum menjadi olahraga paling populer di dunia. Ribuan tahun lalu, bangsa Tiongkok telah mengenal permainan Cuju, sementara di Romawi ada Harpastum, dan suku Maya hingga Aztec memainkan bola karet dalam upacara ritual. Namun, sepak bola modern baru lahir di Inggris pada tahun 1863 dengan berdirinya Football Association (FA). Sejak itu, permainan ini menyebar ke seluruh dunia, melahirkan Piala Dunia dan menjadi magnet pemersatu bangsa.

Semangat panjang itulah yang kembali terlihat di Stadion Langsa, Senin (1/9/2025), saat laga final Pemuda Cup U-35 DPD KNPI Kota Langsa digelar. Pertandingan penuh gengsi mempertemukan Legend Langsa FC dan Hamboe FC di hadapan ratusan penonton.

Dengan permainan disiplin dan strategi matang, Legend Langsa FC sukses menundukkan Hamboe FC dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal tersebut mengantarkan tim asuhan pelatih Hasan Basri, atau akrab disapa Bang Agam, meraih gelar juara tahun ini.

Baca Juga:  Program Pasangan Boy - Poli, Satu Desa Satu Dokter dan Satu Keluarga Satu Sarjana

Usai pertandingan, salah satu pemain Legend Langsa FC, Khairul, menegaskan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

> “Alhamdulillah, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tapi juga bukti bahwa olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan. Ini salah satu hal positif yang bisa terus kita lakukan, apalagi di usia 35 tahun ke atas,” kata Khairul.

 

Turnamen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antartim, serta bukti bahwa gairah sepak bola tetap hidup di setiap lapisan masyarakat. Dengan kemenangan ini, Legend Langsa FC bukan hanya mengangkat trofi, tetapi juga menjaga warisan peradaban sepak bola yang telah ada sejak ribuan tahun lalu.

(Rasyidin)

Berita Terkait

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Berita Terbaru