Tanimbar, Maluku, CNN indonesia.id-
Menanggapi kondisi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang kini diwarnai dengan kritik keras terhadap Bupati Ricky Jauwerissa oleh kelompok aktivis daerah ini terutama masalah pengangkatan PPPK Paru Waktu yang dinilai tidak transparan.
Salah satu tokoh pemuda Tanimbar Utara yang juga sebagai Bendahara Umum badan perjuangan pemekaran Tanimbar Utara Raya, Novi Manutilaa kepada media ini menyatakan penyesalan yang sangat dalam atas pernyataan sejumlah aktivis yang dengan lantang dan terbuka melecehkan nama Bupati Ricky Jauwerissa dengan kata-kata tidak terpuji.
Menurutnya kritik itu merupakan koreksi yang positif namun perlu dikemas dengan kata-kata yang etis bukan menyerang secara membabi-buta dengan kata-kata yang menghina bahkan melecehkan pemimpin daerah yang adalah pemimpin kita semua masyarakat Tanimbar.
“Saya tidak membela Bupati tetapi mari kita wujudkan rekonsiliasi dengan melakukan pendekatan dengan pihak pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar dalam menanggapi permasalah yang terjadi sehingga tidak timbul persepsi yang negatif terhadap pelaksanaan pemerintahan ini, dengan demikian semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” pintanya.
Dikatakan, terkait dengan masalah aksi demo PPPK paru waktu bupati sendiri secara transparan mengatakan akan memproses siapa saja yang terbukti mencurangi data baik itu pejabat akan ditindak secara hukum kalau ada bukti. Namun sampai saat ini tidak ada yang berani memberikan bukti tersebut atau melaporkan ke pihak HPH.
Selain itu juga, terkait aksi anarkis yang dilakukan oleh pendemo dengan merusak fasilitas negara itu sudah masuk rananya hukum. Artinya bahwa pemerintah tidak melarang untuk melakukan aksi tetapi kalau sudah merusak fasilitas umum itukan sudah lain dan mereka yang melakukan tindakan tersebut harus diproses karena itu adalah pembuatan melawan hukum.
“Saya bukan orang hukum, tetapi kita tahu semua bahwa merusak fasilitas umum itu adalah pelanggaran hukum masa harus dibiarkan? tetapi kalau memangnya ada niat baik maka semua itu harus ditempuh dengan cara diplomasi bukan langsung menyerang seperti itu, geramnya.
Sebagai anak adat Duan-Lolat dirinya mengajak semua pihak untuk saling membuka hati dengan membangun rekonsiliasi untuk Tanimbar. memang kita semua tahu bahwa sampai saat ini kondisi daerah tidak baik-baik saja karena pemerintahan masih baru, sehingga membutuhkan waktu dan ruang untuk memperbaiki semuanya.
(AM).
















