PADANG PARIAMAN, CNN Indonesia.id – Setelah berbulan-bulan dinanti, pembangunan Jembatan Gantung Sipisang-Sipinang kini sudah menembus bobot/volume pengerjaan 80%. Progres ini jadi kabar baik bagi warga Korong Sipinang, Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam yang selama ini harus menyeberang Sungai Pisang secara manual untuk beraktivitas sehari-hari.
Proyek senilai Rp666.589.099 yang dibiayai APBD Kabupaten Padang Pariaman TA 2026 ini memang jadi harapan besar warga. Setiap musim hujan, arus Sungai Pisang yang deras membuat warga was-was. Anak sekolah sering terlambat, petani kesulitan angkut hasil panen, dan akses ke fasilitas kesehatan jadi terhambat.
Jembatan gantung ini bukan sekadar penghubung fisik. Bagi warga Sipinang, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan. Begitu selesai, mobilitas warga ke sekolah, sawah, dan puskesmas bakal jauh lebih aman dan lancar.
Pantauan awak media ke lokasi, Sabtu 20 Juni 2026 memperlihatkan tiang penyangga baja utama jembatan sudah berdiri kokoh di kedua sisi Sungai sipisang
Sekitika dikonfirmasi, pelaksana lapangan dari CV. Rangkayo Basa menyampaikan kabar baik kepada awak media. “Alhamdulillah, bobot dan volume pengerjaan kami di lapangan sudah mencapai 80%. Sesuai kontrak 120 hari kalender, dengan waktu sisa sekitar 20 hari lagi proyek ini insyaAllah akan selesai pada waktunya yang telah ditentukan,” ungkap pelaksana lapangan CV tersebut.
Konfirmasi yang sama juga disampaikan Pengawas PUPR Kabupaten Padang Pariaman Bidang Bina Marga, Bapak Irfano. Saat dihubungi awak media, beliau membenarkan progres lapangan. Berdasarkan konfirmasi kami di lapangan, volume atau bobot pengerjaan proyek Jembatan Gantung Sipisang-Sipinang ini telah terlaksana 80%,” ujar Bapak Irfano
Kontrak kerja dimulai sejak 13 Maret 2026 dan ditargetkan selesai 10 Juli 2026. Lokasinya tepat di Korong Sipinang, Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, membentang di atas Sungai si Pisang.
Dengan sisa waktu 20 hari ke depan, semua pihak berharap cuaca bersahabat dan tidak ada kendala berarti. Karena bagi warga Sipinang, setiap hari yang berlalu adalah selangkah lebih dekat menuju jembatan impian.
“Doa kami, semoga 20 hari ke depan lancar sampai selesai. Kami warga sudah tidak sabar menyeberang lewat jembatan yang aman,” harap seorang warga yang ditemui awak media di lokasi. (Jhrm)
















