Syahrir Nasution: Kampung Tahu Binjai Jangan Sekadar Seremoni, UMKM Tercekik Kenaikan Harga

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai,  CNN Indonesia.Id— Program Kampung Tahu yang digadang-gadang sebagai ikon UMKM Kota Binjai kembali menuai kritik.

 

Pemerhati sosial dan ekonomi, H. Syahrir Nasution, menilai konsep Kampung Tahu jangan hanya berhenti pada seremoni dan pencitraan, sementara pelaku usaha tahu justru tengah menghadapi tekanan berat akibat melonjaknya harga bahan baku.

Menurut Syahrir, realitas di lapangan menunjukkan para pengrajin tahu skala kecil semakin kesulitan bertahan. Harga kedelai yang terus naik dan pasokan yang tidak stabil membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat tidak ikut meningkat.
“Jangan sampai Kampung Tahu hanya jadi panggung acara dan slogan besar, tetapi para pelaku UMKM-nya justru menjerit,” tegas Syahrir.

Ia menyoroti minimnya kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan solusi konkret bagi produsen tahu. Program yang semestinya menjadi penggerak ekonomi rakyat, dinilai belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi UMKM, khususnya terkait stabilisasi harga bahan baku.

Baca Juga:  Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat Tanimbar dalam Investasi Blok Masela

Syahrir juga menilai, label Kampung Tahu akan kehilangan makna jika tidak diiringi kebijakan nyata. Tanpa intervensi pemerintah, pelaku usaha kecil akan terus berada dalam tekanan tengkulak dan fluktuasi harga pasar.

Untuk itu, ia mendorong Pemkot Binjai agar mengambil langkah strategis, antara lain membentuk koperasi produsen tahu, memberikan subsidi atau bantuan kedelai, serta melibatkan BUMD pangan dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku.

 

“Kalau tidak ada tindakan nyata, Kampung Tahu bukan simbol keberhasilan UMKM, tapi justru bisa menjadi potret kegagalan kebijakan ekonomi daerah,” pungkasnya.

(M.SN)

Berita Terkait

SMAN 1 2×11 Kayutanam Gelar Pentas Seni Kokurikuler, Wadah Siswa Ekspresikan Diri Lewat Seni dan Budaya
Bupati Tanimbar Ricky Jauwerissa Jamin Kawal Hak Masyarakat Soal Proyek PSN di Lermatang
Menuju Pantai Barat Mandailing Pesisir: Antara Harapan Pemekaran Dan Kekecewaan Putra Daerah
Mahasiswa Madina Desak PM Selidiki Anggota Kodam Backup Tambang Ilegal
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Muara Bangko Gelar Aksi Damai, PT RFAP Diminta Transparan Kelola Plasma
Gubernur Sumbar Terima Audiensi dan Laporan Progress Kinerja Askrida
Kantor Imigrasi Kelas I NON TPI Agam Mewujudkan Direktorat Imigrasi Untuk Rakyat
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Muara Bangko Sampaikan Pernyataan Sikap, Desak Transparansi Pengelolaan Plasma
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 04:52

SMAN 1 2×11 Kayutanam Gelar Pentas Seni Kokurikuler, Wadah Siswa Ekspresikan Diri Lewat Seni dan Budaya

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:57

Bupati Tanimbar Ricky Jauwerissa Jamin Kawal Hak Masyarakat Soal Proyek PSN di Lermatang

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:47

Menuju Pantai Barat Mandailing Pesisir: Antara Harapan Pemekaran Dan Kekecewaan Putra Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:43

Mahasiswa Madina Desak PM Selidiki Anggota Kodam Backup Tambang Ilegal

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:40

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Muara Bangko Gelar Aksi Damai, PT RFAP Diminta Transparan Kelola Plasma

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:48

Kantor Imigrasi Kelas I NON TPI Agam Mewujudkan Direktorat Imigrasi Untuk Rakyat

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:36

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Muara Bangko Sampaikan Pernyataan Sikap, Desak Transparansi Pengelolaan Plasma

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:37

Yulindawati Resmi Laporkan Tiga Akun Medsos ke Polda Aceh

Berita Terbaru