Temuan Alat Hisap Sabu di Sekolah Madina: Alarm Keras bagi Penegakan Hukum

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 06:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Muhammad Sudirmin Nasution CLP, CIJ, CWP

Mandailing Natal, CNN Indonesia.Id — Temuan alat hisap narkotika jenis sabu (bong/bonk) di sebuah lingkungan sekolah di wilayah Kelurahan Tapus di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, memantik kekhawatiran publik. Peristiwa ini dinilai sebagai sinyal serius atas dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang telah menyusup hingga ke ruang pendidikan.

Sejumlah warga melaporkan ditemukannya alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu-sabu di area sekolah. Temuan ini memicu dugaan bahwa aktivitas penyalahgunaan narkotika tidak lagi tersembunyi, bahkan berpotensi terjadi di fasilitas pendidikan.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Kelurahan Tapus di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Informasi temuan ini mulai beredar dan menjadi perbincangan masyarakat dalam beberapa hari terakhir, seiring viralnya laporan di media sosial.

Masyarakat setempat menjadi pihak yang pertama kali menyuarakan keresahan. Aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran wilayah seperti Polres Mandailing Natal dan Polsek Lingga Bayu, diharapkan segera mengambil langkah tegas. Selain itu, peran Badan Narkotika Nasional juga dinilai krusial dalam penanganan kasus ini.

Warga menduga peredaran sabu di wilayah tersebut sudah pada tahap mengkhawatirkan. Bahkan, beredar persepsi di masyarakat bahwa transaksi narkotika berlangsung dengan mudah, seolah tanpa hambatan berarti. Jika dugaan ini benar, maka terdapat indikasi lemahnya pengawasan serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap upaya pemberantasan narkoba di daerah.

Hingga kini, masyarakat mendesak adanya penyelidikan resmi, pengungkapan jaringan, serta tindakan hukum yang transparan dan terukur. Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi kunci untuk memutus rantai peredaran narkotika, khususnya di lingkungan yang seharusnya steril seperti sekolah.

Baca Juga:  Terobosan Menteri AHY, Wujudkan Penataan Kawasan Kumuh secara Vertikal Pertama Kali di Jakarta Pusat

Tekanan Publik: Polisi Harus Bergerak Cepat dan Terukur

Dalam perspektif penegakan hukum, kasus ini tidak bisa dipandang sebagai temuan biasa. Lingkungan sekolah adalah zona merah yang semestinya bebas dari pengaruh narkotika. Ketika alat konsumsi sabu ditemukan di sana, pertanyaannya bukan lagi “apakah ini terjadi”, melainkan “sejauh mana jaringan ini telah masuk”.
Kepolisian dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga progresif.

Penelusuran harus menyasar lebih dari sekadar pengguna—melainkan hingga ke pemasok dan jaringan distribusi. Pendekatan berbasis intelijen, operasi tertutup, hingga kolaborasi dengan BNN perlu segera dioptimalkan.

Namun demikian, sesuai prinsip asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam UU Pers dan ketentuan hukum yang berlaku, seluruh dugaan yang beredar tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah dan profesional.

Catatan Redaksi

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman narkotika tidak mengenal batas ruang, bahkan telah merambah institusi pendidikan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum didorong untuk tidak sekadar merespons, tetapi melakukan langkah sistemik dan berkelanjutan.

Jika tidak ditangani secara serius, generasi muda di daerah berisiko menjadi korban berikutnya. Dan ketika itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan individu, melainkan masa depan daerah itu sendiri.

(M.SN )

Berita Terkait

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina
Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy
Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan
Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika
IPM Desak Polisi Antisipasi Bandar Asal Padangsidimpuan Buka Pasar di Madina
Presidium Terpilih Mundur Di Tengah Forum, Muswil KAHMI Sumut Jadi Sorotan
Launching Program MBG di Desa Dalan Lidang, 1.389 Anak dan Tenaga Pendidik Mendapat Makanan Bergizi Gratis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:07

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:39

Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:02

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:14

Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:16

Presidium Terpilih Mundur Di Tengah Forum, Muswil KAHMI Sumut Jadi Sorotan

Senin, 11 Mei 2026 - 08:48

Launching Program MBG di Desa Dalan Lidang, 1.389 Anak dan Tenaga Pendidik Mendapat Makanan Bergizi Gratis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:00

Sentralisasi SDA Dinilai “Mengudeta” Otonomi Daerah, Akademisi dan Tokoh Masyarakat Soroti Dominasi Pemerintah Pusat

Berita Terbaru