Seminar dan Lokakarya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari di Kabupaten Agam, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perantau

BUKITTINGGI, CNN INDONESIA.ID – Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Seminar dan Lokakarya Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari di Gedung Triarga, Kota Bukittinggi.

Kegiatan strategis tersebut menghadirkan Senator Republik Indonesia dari Sumatera Barat, Irman Gusman, SE., MBA., sebagai keynote speaker (pembicara utama). Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Sekda Dr Muh.Lufti.AR. sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta seluruh wali nagari se-Kabupaten Agam.

Seminar dan lokakarya dipandu Ketua Perwana Agam, Ivan, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan jajaran pemerintah daerah yang memiliki kompetensi di bidang pembangunan, ekonomi, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Mulya Gusman, ST., MT., mengangkat persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan di tengah masyarakat. Menurutnya, sampah sebenarnya dapat menjadi sumber ekonomi apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah organik dan nonorganik merupakan langkah awal yang sangat penting. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat, bahkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, peluang ekonomi dari pengelolaan sampah juga terbuka karena sudah terdapat pihak pembeli hasil pengolahan sampah. Dengan demikian, apabila nagari memiliki kemauan untuk mengembangkan program tersebut melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), pengelolaan sampah dapat menjadi salah satu unit usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, narasumber Dr. Zulkufli N., SE., M.Si., memaparkan persoalan kemiskinan dari perspektif ekonomi dan kebijakan sosial. Ia menyoroti keterkaitan antara tingkat kemiskinan dengan penerimaan bantuan sosial serta pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Menurutnya, upaya menurunkan angka kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi juga harus diiringi pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta upaya mendorong keluarga penerima bantuan agar secara bertahap mampu mandiri dan meningkatkan taraf kehidupannya.

Paparan juga disampaikan oleh sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Di antaranya Kepala Bapperida Agam, Rio Eka Putra, S.STP., M.Si., yang menyampaikan berbagai program dan strategi pembangunan daerah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Selenggarakan Upacara Peringatan ke-96 Hari Sumpah Pemuda

Kemudian dari Dinas Sosial Kabupaten Agam, Vila Ardi, S.Sos., M.Si., turut menjelaskan berbagai program penanganan persoalan sosial dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si., juga memberikan pemaparan mengenai peran zakat dan pemberdayaan umat sebagai salah satu instrumen penting dalam membantu masyarakat kurang mampu.

Seluruh narasumber secara bergantian menyampaikan materi berdasarkan bidang tugas, pengalaman, serta realitas persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat. Berbagai gagasan tersebut menjadi bahan diskusi penting bagi para wali nagari untuk memahami persoalan kemiskinan secara lebih menyeluruh sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing nagari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah nyata antara pemerintah kabupaten, kecamatan, nagari, akademisi, lembaga sosial, serta berbagai elemen masyarakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk merangkul para perantau asal Agam agar turut berkontribusi dalam pembangunan kampung halaman.

Potensi perantau dinilai dapat menjadi kekuatan besar apabila diarahkan untuk mendukung investasi nagari, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, penguatan BUMNag, serta berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau:

“Barek samo dipikue, ringan samo dijinjiang.”
Falsafah ini mengandung makna bahwa setiap persoalan dan tanggung jawab harus dipikul bersama, sementara setiap keberhasilan dan kemajuan hendaknya dinikmati melalui semangat kebersamaan.

Dengan adanya seminar dan lokakarya ini, seluruh nagari di Kabupaten Agam diharapkan dapat menjadikan materi, gagasan, dan strategi yang disampaikan para narasumber sebagai pedoman dalam merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran, produktif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pengentasan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah nagari, masyarakat, akademisi, dunia usaha, lembaga sosial, hingga para perantau.

Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Kabupaten Agam diharapkan mampu membangun perekonomian nagari, membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mewujudkan kehidupan yang makmur dan sejahtera.

Barek samo dipikue, ringan samo dijinjiang. Bersinergi membangun nagari, bersama mewujudkan Agam yang maju, makmur, dan sejahtera.

(Ak)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments