Gegara Kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi, Puluhan Warga Blokade Jalan, Polsek Woja Sigap Turun Tangan

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 02:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB, CNN Indonesia.id – Beberapa Minggu terakhir ini masyarakat Dompu di resahkan kelangkaan gas elpiji 3 Kg bersubsidi. Terkait hal itu puluhan masyarakat melakukan blokade di jalan imambonjol tepatnya di cabang Cakre lampu merah Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Senin siang (19/5/25) sekitar pukul 11.35 Wita.

Aksi protes terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi nyaris menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan ketertiban umum di wilayah setempat. Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat, Lembaga Pemantau Korupsi (LPK), dan Gerakan Masyarakat Bongkar Korupsi Hukum Indonesia (GEMBOK-HI), melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk kekecewaan atas pendistribusian gas elpiji yang dinilai tidak merata, sehingga meresahkan masyarakat Woja khususnya dan Kabupaten Dompu pada umumnya saat ini.

Aksi yang dikoordinir oleh Julkhaidir, Haidunullah, dan Enjel itu melibatkan sekitar 10 orang dan sempat menutup ruas jalan di kawasan Cabang Cakre. Mendapat informasi dari masyarakat, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan bersama Kanit Intelkam AIPTU Suryansyah, SH, dan Kanit Samapta AIPTU Sofyan Hadi langsung turun tangan di lokasi kejadian.

> “Kapolsek Woja langsung melakukan negosiasi dengan massa aksi. Beliau menegaskan bahwa pemblokiran jalan adalah tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum karena sangat merugikan pengguna jalan lainnya serta berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujar Kasi Humas Polres Dompu IPTU Zuharis, S.H. dalam keterangannya kepada media.

Berbekal pendekatan persuasif dan komunikasi humanis, massa akhirnya bersedia menghentikan pemblokiran dan melanjutkan aksi dalam bentuk dialog terbuka di Kantor Camat Woja bersama perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu.

Baca Juga:  Kelompok Tani Serai Makmur Sejahtera Ogan Ilir Terima Bantuan Mesin Pipil Jagung dari kapolri

Dalam dialog tersebut, massa menyuarakan keresahan masyarakat atas kelangkaan LPG bersubsidi, menjamurnya praktik penjualan dari pangkalan ke pengecer, serta harga yang kerap jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka juga mendesak agar dilakukan inspeksi mendadak terhadap pangkalan-pangkalan yang terindikasi nakal.

Menanggapi hal itu, Camat Woja Edyson, S.H. menjelaskan bahwa tingginya permintaan tidak diimbangi dengan jumlah kuota yang memadai. Hal ini turut dibenarkan oleh Sri Astuti Mulyanti, Kabid Pengawasan Disperindag, yang menyampaikan bahwa kuota LPG 3 Kg untuk Dompu tahun 2025 hanya dipenuhi sebesar 26,36 persen atau sekitar 6.590 metrik ton.

> “Kami hanya memiliki kewenangan mengawasi distribusi dari agen ke pangkalan. Jika ada pangkalan yang melanggar, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak agen untuk memberikan sanksi berupa teguran hingga pengurangan kuota,” jelasnya.

Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan melalui Kasi Humas IPTU Zuharis, turut mengimbau agar masyarakat menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan tidak mengganggu aktivitas umum. Ia juga mendorong adanya revisi data kebutuhan LPG serta edukasi kepada pangkalan agar penjualan tetap sesuai regulasi dan HET yang ditetapkan.

Pertemuan berakhir pukul 13.00 WITA dalam suasana kondusif. Massa menyepakati untuk mengajukan surat pemberitahuan resmi dialog lanjutan kepada pihak terkait dan menyerahkan hasil pertemuan kepada pimpinan Disperindag Dompu.

Keberhasilan meredam aksi ini menjadi cerminan nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami, Polsek Woja, akan selalu hadir secara preventif dan humanis demi menjaga stabilitas dan kenyamanan warga,” pungkas Kasi humas Polres Dompu AKP Zuharis SH.

Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Camat Lingga Bayu Pimpin Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Seluruh Unsur Pemerintah, Pendidikan dan TNI
Jonathan Salakay Resmi Ditunjuk sebagai Plt Ketua AFK Kepulauan Tanimbar
Jalan Beton Pasar Usang Selesai Dikerjakan: Warga Kayu Tanam Apresiasi Bupati JKA, PUPR dan Pelaksana Lapangan Redian Astra
Tak Jadi Wali Nagari, Tapi Jalan Tetap Dibangun: Kinerja Davids Oliendo Menampar Keraguan Warga Kayu Tanam
DPRD Kabupaten OKI Gelar Rapat Paripurna Perubahan
KNPI Tanimbar Berharap Presiden Prabowo Hadir di Groundbreaking Blok Masela
Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar
Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:42

Camat Lingga Bayu Pimpin Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Seluruh Unsur Pemerintah, Pendidikan dan TNI

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:11

Jonathan Salakay Resmi Ditunjuk sebagai Plt Ketua AFK Kepulauan Tanimbar

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:07

Jalan Beton Pasar Usang Selesai Dikerjakan: Warga Kayu Tanam Apresiasi Bupati JKA, PUPR dan Pelaksana Lapangan Redian Astra

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:08

Tak Jadi Wali Nagari, Tapi Jalan Tetap Dibangun: Kinerja Davids Oliendo Menampar Keraguan Warga Kayu Tanam

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:00

DPRD Kabupaten OKI Gelar Rapat Paripurna Perubahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:10

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:06

Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:00

Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026

Berita Terbaru

Nasional

DPRD Kabupaten OKI Gelar Rapat Paripurna Perubahan

Jumat, 3 Jul 2026 - 13:00