Padang Pariaman, CNN Indonesia.id –– Politik boleh selesai di TPS. Tapi pengabdian tidak pernah kenal tanggal kadaluarsa. Davids Oliendo buktikan itu hari ini. Sabtu, 4 Juli 2026
Beton Menggantikan Janji di Simpang Simsur – Pasar Usang
Lihat sendiri di lapangan. Truk molen antre. Semen dicor. Pekerja meratakan jalan. Drainase yang dulu siap di kerjakan dari dana pokir Bunda Endarmy dewan provinsi sumbar jadi sumber langganan banjir, kini dah baik dan dibenahi total.
Ini bukan render. Ini bukan janji kampanye.
Ini ruas jalan Simpang Simsur – Pasar Usang, Nagari Kayu Tanam, yang hari ini benar-benar dibangun.
Dalang di Balik Proyek Ini? Davids Oliendo: Pembuktian Tanpa Perlu Jabatan
Kalah di Pilwanag kemarin? Ya.
Tapi Davids memilih tidak berhenti. Tidak sakit hati. Tidak menghilang,,,,,
.biduak lalu kiambang batauik,,,,!
Dia turun. Dia bergerak. Dia dekat dengan pemuda, diajak duduk ninik mamak, dia datangi Dinas Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman satu per satu.
Tanpa membawa ego politik. Yang dia bawa: data kerusakan jalan, keluhan warga, dan niat tulus membangun.
Hasilnya? Pemkab Padang Pariaman merestui. Anggaran turun. Proyek jalan.
Sekarang. Di Titik Paling Vital Warga Kayu Tanam
Lokasinya jelas: Simpang Simsur – Pasar Usang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Jalur ini urat nadi. Anak sekolah, pedagang Pasar Usang, petani bawa hasil kebun, semua lewat sini. Bertahun-tahun rusak. Sekarang diperbaiki oleh orang yang dulu disebut “tidak akan bisa apa-apa”.
Karena Ini Bukti yang Mematikan Semua Keraguan
Selama ini banyak suara sumbang: “Sudah tidak jadi Wali Nagari, ngapain juga.” “Paling cuma bisa koar-koar.”
Hari ini jawabannya: Cor beton redemik
Davids menampar stigma itu tanpa harus berdebat. Cukup dengan kerja.
Pesan yang sangat jelas: Kinerja tidak butuh SK. Hasil tidak butuh stempel. Niat membangun tidak butuh kursi.
Bagaimana Cara Dia Melakukannya?
Tiga Kata: Dekat, Lobi, Turun Lapangan.
Dekat dengan Masyarakat: Tidak membeda-bedakan yang dukung atau tidak. Semua dirangkul karena tujuannya satu: Kayu Tanam harus maju.
Lobi ke Pemerintahan: Dia tidak melawan Pemkab. Dia ajak kerja sama. Dia buktikan bahwa dia bisa jadi jembatan antara keluhan warga dan kebijakan pemerintah.
Turun Langsung ke Lokasi: Lihat Davids oliendo. Dia ada di sana. Menunjuk titik cor. Mengawasi kualitas. Bertanya ke pekerja. Bukan datang, foto, lalu pulang.
Itu bedanya pejabat seremonial dengan pekerja lapangan.
PESAN TEGAS UNTUK MASYARAKAT KAYU TANAM:
Warga Kayu Tanam, buka mata lebar-lebar.
Dengar suara mesin molen itu. Itu suara bukti, bukan suara janji.
Selama ini kita disuguhi wacana. Sekarang kita dihadapkan pada fakta.
Pilihannya ada di tangan kita:
Mau terus percaya omongan? Atau percaya pada orang yang sudah membuktikan dengan keringatnya sendiri?
“Jabatan itu titipan orang. Membangun itu tanggung jawab pribadi.”
Davids Oliendo sudah menjalankan tanggung jawabnya. Sekarang giliran kita yang menilainya (jhrm)
















