Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id –
pedagang pasar Ngrimase Olilit resah atas tindakan oknum Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang bertugas mengamankan lokasi pasar yang terkena musibah beberapa waktu lalu.
Ateng Londar salah satu korban kebakaran kepada media ini mengatakan, dirinya sangat kecewa atas tindakan oknum Satpol PP yang secara arogan melarang korban musibah tersebut mengambil barang miliknya bahkan secara arogan melakukan tindakan tidak terpuji kepada korban kebakaran pasar tersebut.
Menurutnya bilik yang dibangun dengan biaya sendiri seharusnya tidak dibongkar begitu saja oleh petugas Satpol PP alasannya bilik yang terbakar itu tidak dibangun oleh Pemda Tanimbar tetapi merupakan hak pribadi kami. Ironisnya, saat dibongkar masih ada barang yang disimpan disitu.
“Tempat jualan itu tidak dibangun oleh Pemda tetapi kami yang bangun sendiri sehingga petugas tidak boleh bertingkah seperti itu apalagi masih ada barang bahkan perabot tempat jualan itu mau kami pulangkan di rumah walaupun sebagian sudah terbakar,” ungkap Ateng kesal.
Hal senada juga disampaikan Mery Yempormase yang juga sebagai korban musibah kebakaran tersebut dengan lantang membongkar prilaku petugas Satpol PP yang sengaja membongkar bahkan melarang untuk mengambil barang-barang milik pribadi dari para korban musibah kebakaran pasar tersebut.
” Kami merasa sangat dirugikan petugas Satpol PP yang bertindak sangat arogan padahal kami ini adalah korban. Oleh karena itu kamipun akan melaporkan hal ini kepada pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati serta pak Sekda untuk menindak lanjuti masalah yang dilakukan oleh oknum Satpol PP yang bertugas di lokasi musibah pasar Ngrimase tersebut,” ungkapnya.
(AM).
















