Dugaan Mark-Up Harga Sapi Bantuan Presiden di Aceh Timur, Aktivis Desak KPK Turun Tangan

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Dugaan ketidaksesuaian harga dalam pengadaan sapi bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur mencuat ke publik.

Aktivis Hak Asasi Manusia sekaligus Tim Investigasi Badan Advokasi Indonesia (BAI), Razali alias Nyakli Maop, mendesak Presiden Prabowo Subianto menurunkan tim khusus atau melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan tersebut.

Menurut Nyakli, bantuan sapi itu merupakan tindak lanjut dari permintaan tokoh Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam sebuah forum resmi yang turut dihadiri sejumlah menteri. Presiden kemudian menginstruksikan penyaluran bantuan daging sapi bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir.

Ia menyebut, anggaran bantuan tersebut ditransfer langsung ke rekening pemerintah daerah. Untuk Kabupaten Aceh Timur, informasi yang diperoleh tim investigasi menyebutkan harga satu ekor sapi dalam dokumen pengadaan mencapai Rp50 juta.

Bantuan itu disalurkan ke sejumlah desa terdampak banjir di wilayah tersebut.
Temuan di Lapangan
Berdasarkan hasil investigasi Satgasus BAI, ditemukan dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan kondisi fisik sapi yang diterima masyarakat.

Warga melaporkan sapi yang disembelih dan dibagikan diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp10 juta hingga Rp12 juta per ekor—jauh di bawah angka Rp50 juta sebagaimana disebut dalam alokasi anggaran.

Baca Juga:  Jalan Usaha Tani Mangkrak di Mandailing Natal, Dana Desa Dipertanyakan: Aktivis Siapkan Laporan Tipikor

Selain dugaan mark-up harga, di tingkat kecamatan juga muncul keluhan mengenai adanya biaya ongkos angkut sebesar Rp200 ribu per ekor. Terdapat pula biaya penyembelihan dan pencincangan daging sekitar Rp500 ribu per ekor yang melibatkan pekerja lapangan.

Nyakli menduga terdapat potensi penyimpangan dalam proses pengadaan dan distribusi bantuan. Ia menilai, hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait jumlah sapi yang disalurkan serta total anggaran yang telah direalisasikan.

“Masyarakat merasa kecewa. Jika benar sapi dibeli dengan harga Rp50 juta, namun faktanya yang diterima kualitas Rp10–12 juta, ini harus dijelaskan secara transparan. Kami meminta Presiden mengirimkan tim investigasi pusat atau KPK agar dapat turun langsung ke lapangan dan mendengar keterangan masyarakat,” ujar Nyakli.

Satgasus BAI, lanjutnya, telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur guna meminta klarifikasi terkait mekanisme pengadaan, rincian anggaran, serta dugaan selisih harga tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp.

(Rasyidin)

Berita Terkait

Mubes ke-6 HASEMPE Tetapkan Ir. Refnil Dodi, MBA sebagai Ketua Umum Alumni SMPN 1 Tilatang Kamang Periode 2026–2029
Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam
Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia
Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah
Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini
BTN dan GARPU NasDem Sumbar Sinergi, Dukung UMKM Lewat Sosialisasi Program Unggulan
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:47

Mubes ke-6 HASEMPE Tetapkan Ir. Refnil Dodi, MBA sebagai Ketua Umum Alumni SMPN 1 Tilatang Kamang Periode 2026–2029

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:09

Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:33

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:49

Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:43

Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:03

BTN dan GARPU NasDem Sumbar Sinergi, Dukung UMKM Lewat Sosialisasi Program Unggulan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:59

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Kecamatan Lingga Bayu: Respon Tegas Aduan Masyarakat Terkait Kafe Joring

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:56

Respon Cepat Forkopimda Atas Keresahan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran Norma Agama dan Hukum

Berita Terbaru