Mandailing Natal, CNN Indonesia.Id–
Jembatan Merah–Simpang Gambir
Mandailing Natal, 29 April 2026 — Kondisi memprihatinkan ruas jalan provinsi Jembatan Merah–Simpang Gambir kembali menuai perhatian dari berbagai tokoh masyarakat. Kali ini, H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan, selaku putra asli Batang Natal (Muara Soma–Simanguntong) sekaligus Wakil Ketua HIKMA Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, yang mendesak percepatan perbaikan jalan tersebut.
Menurut H. Syahrir Nasution, perhatian yang diberikan Aswin Parinduri merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap penderitaan masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal yang selama ini harus berjibaku dengan jalan rusak parah, berlubang, berlumpur, hingga rawan longsor.
“Saya sebagai putra Batang Natal sangat mengapresiasi Saudara H. Aswin Parinduri yang telah memberikan atensi serius dan mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar mempercepat perbaikan jalan Jembatan Merah–Simpang Gambir. Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi menyangkut keselamatan rakyat dan urat nadi ekonomi masyarakat,” tegas H. Syahrir.
Ia menilai, keputusan untuk mempercepat jadwal pengerjaan dari yang semula direncanakan pada Juni 2026 menjadi awal Mei 2026 merupakan langkah yang sangat tepat dan mendesak. Sebab, semakin lama dibiarkan, kondisi jalan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama bagi petani, pedagang, pelajar, hingga masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Ruas jalan Jembatan Merah–Simpang Gambir sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Pantai Barat Madina, termasuk Kecamatan Batang Natal, Muara Batang Gadis, hingga Natal. Kerusakan yang terus terjadi selama bertahun-tahun telah menyebabkan keterlambatan distribusi hasil pertanian, tingginya biaya transportasi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan.
H. Syahrir juga meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak hanya fokus pada tambal sulam sementara, tetapi melakukan pembangunan yang benar-benar permanen dan berkualitas agar jalan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Jangan hanya sekadar formalitas proyek. Masyarakat butuh jalan yang benar-benar layak dilalui, bukan perbaikan sesaat yang rusak kembali saat musim hujan datang. Ini harus menjadi perhatian serius,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga mendorong percepatan pembangunan Jembatan Aek Inumon I dan II serta penanganan titik longsor di kawasan Muara Soma hingga Simpang Gambir yang selama ini menjadi titik rawan terhambatnya arus transportasi.
Sebagai putra daerah, H. Syahrir berharap seluruh elemen, baik pemerintah, legislatif, maupun tokoh masyarakat, dapat bersatu mengawal realisasi pembangunan tersebut agar masyarakat tidak terus menjadi korban akibat lambannya penanganan infrastruktur.
“Jalan ini adalah wajah pembangunan daerah. Jika akses utama saja rusak parah, maka jangan salahkan jika ekonomi masyarakat ikut terpuruk. Sudah saatnya pemerintah hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji,” pungkasnya.
(M.SN)
















