Pantai Barat, Mandailing Natal, CNN Indonesia.id Peristiwa mencekam terjadi di Sungai Tapus, Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ketika seorang gadis menjadi korban serangan buaya saat beraktivitas di sungai.
Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga meski mengalami luka-luka dan trauma akibat serangan predator tersebut. Kejadian ini memicu keresahan masyarakat yang mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa ancaman buaya di kawasan Sungai Tapus bukan lagi sekadar isu, melainkan persoalan serius yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Sejumlah warga menyebut kemunculan buaya di sungai sudah beberapa kali terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, hingga kini mereka menilai belum ada penanganan permanen yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada sungai untuk mandi, mencuci, mencari ikan, maupun aktivitas lainnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Camat Lingga Bayu Adi Melferi, S.H., M.M. mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan keselamatan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.
«”Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Kelurahan Tapus dan desa-desa di sepanjang aliran sungai, agar sementara waktu menghindari aktivitas di sungai pada sore hingga malam hari. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan mengambil risiko apabila melihat tanda-tanda keberadaan buaya, dan segera laporkan kepada pemerintah setempat maupun BPBD,” tegas Camat.»
Camat juga menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami korban serta berharap korban segera pulih dari luka fisik maupun trauma psikologis yang dialaminya.
Pemerintah Kecamatan Lingga Bayu mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang telah mengoordinasikan unsur BPBD, TNI, Polri, pemerintah kelurahan, serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan di lokasi yang dianggap rawan.
Masyarakat diimbau untuk:
– Tidak beraktivitas di sungai pada pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.
– Menghindari mandi, mencuci, atau berada di tepian sungai yang sepi.
– Mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai tanpa pendamping.
– Segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya kepada Kepala Desa, Lurah, Camat, BPBD, atau aparat keamanan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga melakukan kajian terhadap habitat buaya, memasang papan peringatan di titik-titik rawan, serta menyusun langkah mitigasi jangka panjang agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.
Insiden di Sungai Tapus menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa konflik antara manusia dan satwa liar memerlukan penanganan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
#MadinaTanggap
#InfoResmiPemkabMadina
#WaspadaBuaya
(M.SN)
















