Unand dan KPJ Healthcare University Jajaki Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan Rumah Sakit

PADANG. CNN INDONESIA.ID  — Universitas Andalas (Unand) membuka peluang kerja sama dengan KPJ Healthcare University, Malaysia, dalam bidang pendidikan, pengembangan rumah sakit, pertukaran mahasiswa, hingga potensi medical tourism. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Aula Rektorat Lantai IV Universitas Andalas, Senin (31/8/2026).

Kunjungan perwakilan KPJ Healthcare University tersebut disambut Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Andalas, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, bersama Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., serta jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan KPJ Healthcare University. Ia juga memperkenalkan sejarah Universitas Andalas, struktur kelembagaan, serta berbagai fakultas dan bidang keilmuan yang berkembang di Unand.

Prof. Henmaidi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan momentum silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kedua institusi.“Kami sangat senang dengan kunjungan dari KPJ Healthcare University. Ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan,” ujarnya.

Ia berharap peluang tersebut dapat ditindaklanjuti dalam berbagai program kerja sama. Prof. Henmaidi juga membuka kemungkinan dilakukannya kunjungan balasan Universitas Andalas ke Malaysia untuk memperkuat hubungan dan membahas bentuk kerja sama secara lebih konkret.

RS Unand Siap Kembangkan Kolaborasi Internasional.

Direktur Utama RS Universitas Andalas, Dr. dr. Muhammad Riendra, mengatakan kunjungan KPJ Healthcare University menjadi peluang untuk melihat berbagai kemungkinan pengembangan RS Unand ke depan, terutama karena Unand memiliki sejumlah rumpun fakultas yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

Menurutnya, kekuatan tersebut memungkinkan kerja sama dikembangkan tidak hanya dalam pelayanan rumah sakit, tetapi juga mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta bidang lainnya.

RS Universitas Andalas berdiri pada 2017 dan sejak 2018 telah menjalankan fungsi sebagai rumah sakit pendidikan. Saat ini, RS Unand terus mengembangkan layanan spesialistik dan subspesialistik.

“Sebagian besar layanan spesialistik sudah tersedia, baik surgery maupun non-surgery. Saat ini terdapat sekitar 117 dokter spesialis, dan salah satu layanan unggulan yang kami kembangkan adalah radioterapi,” jelas Dr. Riendra.

Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Unand juga telah menjadi tempat mahasiswa menjalani praktik. Menurut Dr. Riendra, kondisi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kerja sama pendidikan dengan institusi internasional.

Baca Juga:  Pria Paruh Baya di Tangkap Atas Dugaan Perkosa Seorang Nenek

“Mahasiswa sudah berjalan praktik di RS Unand. Jadi, peluang kerja sama ke depan bukan hanya terkait rumah sakit, tetapi juga pendidikan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan melibatkan bidang-bidang nonkesehatan yang ada di Universitas Andalas,” katanya.

Dalam pengembangan layanan, RS Unand juga memiliki kerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jejaring tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan sekaligus fungsi pendidikan rumah sakit.

Peluang Medical Tourism

Salah satu peluang yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan medical tourism. Dr. Riendra mengatakan, konsep tersebut sudah masuk dalam perencanaan pengembangan RS Unand ke depan. Namun, menurutnya, pengembangan medical tourism membutuhkan pengalaman dan pembelajaran dari institusi yang telah lebih dahulu menjalankannya.

“Medical tourism sudah menjadi bagian dari perencanaan kami ke depan. Tentu masih banyak yang perlu kami pelajari. Karena itu, pengalaman dari KPJ Healthcare University dapat menjadi salah satu referensi bagi kami,” ujarnya.

Peluang tersebut dinilai semakin terbuka dengan pengalaman dan jejaring KPJ Healthcare University yang memiliki sekitar 30 rumah sakit.

Darmawi, yang berperan sebagai penghubung antara Universitas Andalas dan KPJ Healthcare University, menyampaikan bahwa jejaring tersebut dapat membuka berbagai peluang kolaborasi.

Selain medical tourism, salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah program pertukaran mahasiswa. Sementara itu, perwakilan KPJ Healthcare University, Mrs. Nuriati, menegaskan bahwa kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal.

“Program ini bukan hanya soal kunjungan biasa, tetapi kami berharap dapat menjadi kerja sama yang lebih erat ke depannya. Kami juga menunggu kunjungan balasan dari Universitas Andalas ke Malaysia,” ungkapnya.

Workshop Jadi Langkah Awal

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., turut mendorong agar peluang kolaborasi tersebut dapat segera diterjemahkan dalam bentuk program konkret. Salah satu rencana yang dibahas adalah pelaksanaan workshop bagi RS Universitas Andalas.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Bagi Dr. Riendra, kerja sama dengan KPJ Healthcare University dapat menjadi bagian dari upaya RS Unand untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan serta pendidikan.

“Kita berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai kunjungan, tetapi bisa dilanjutkan dengan program yang konkret dan memberikan manfaat bagi pendidikan, rumah sakit, dan masyarakat,” pungkasnya.

(*)

Related Post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments