Perlunya Bertemu Tokoh – Tokoh ( Etnis , Adat , Ulama Dan Masyarakat Sipil )Dari Kedua Provinsi SUMUT & ACEH

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025 - 03:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Untuk menyejukkan keadaan ditingkat tataran Horizontal ( COOLING DOWN) di masyarakat dari kedua Provinsi Sumut dan Aceh yang saat ini mengalami syndrome / Panas dingin baik di perantauan di Aceh maupun di Medan, perlu kiranya PARA TOKOH TOKOH tersebut duduk bersama saling berangkulan atas kebijakan yang salah kaprah dari Keputusan Mendagri atas empat pulau milik Aceh dimasukkan ke wilayah Provinsi SUMUT.

Jangan sampai nanti terjadinya salah pengertian di tingkat Horizontal , dimana kedua masyarakat sudah saling harmonis hidup berdampingan sejak Gubernur sebelumnya terkhusus di Propinsi Sumatera Utara.

Saya selaku Wakil KETUA HIMPUNAN KELUARGA BESAR MANDAILING Provinsi SUMUT mengajak para Tokoh, Ulama , Cerdik Pandai untuk menjalin tali silaturahmi selaku Ummat Islam agar dapat duduk bersama dalam rangka “ Paulak Tondi Tu Badan dan PASEJUK ( Aceh ) agar terciptanya kehidupan yang BALDATUN THOIBATUN WARROBUN GHOFUR.

Ini disampaikan H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan pada Minggu
(15/06/2025) kepada awak media.

Hal senada juga di sambut baik oleh Ketua Umum LIGIN (Lembaga Intelektual Gabungan Informasi Nusantara) Muhammad Sudirmin Nasution ada perlunya berapa tokoh dari kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk merajut silaturahmi dalam menyelesaikan persoalan sengketa yang dilakukan segelintir kelompok untuk memecah belah umat antara masyarakat SUMUT dan Masyarakat Aceh dimana selama ini sudah terjalin keakrapan diantara kedua nya tanpa ada persengketaan.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Insyaallah, Masjid Raya Tantaman Baru Bakal Dibangun di Area Seluas 0,5 Hektar

Dan dari pengamatan kami dari kekisruhan ini dengan ada nya pencaplokan empat pulau di wilayah Aceh yang di masukkan ke wilayah Sumut kami anggap bukan hal yang relevan karena putusan nya putusan sepihak dan setelah cerita nya berseliweran di berbagai media Online, Elektronik dan Media TV baru ada yang datang menjumpai Mualem mengajak kerjasama untuk menggarap nya, “bikin malu saja”.

Sementara disisi lain berbagai tokoh di negara ini sudah mengetahui dengan jelas sesuai legalitas yang sah pulau itu adalah milik nya masyarakat Aceh sedang kan titik lokasinya pun di daerah Aceh, sejak dahulu berapa banyak sudah yang memimpin Sumatera Utara (SUMUT) tidak pernah muncul masalah empat pulau ini milik Sumatera Utara dan kenapa baru sekarang kalau bukan rakus dan tamak dan bahkan okok setelah dibawah kepemimpinan Muhammad Bobby Nasution menantu mantan Presiden Jokowi, Saya sebagai Marga Nasution Sangat menyayangkan Perilaku Marga Nasution seperti ini.

“Jadi disini saya pertegas kepada seluruh tokoh – tokoh di Aceh jangan dulu salah kaprah dimana nasution itu tidak sama semua walau pun Rambut sama hitam tetapi Sampo nya beda,” ujar nya. Dan walaupun kami sama – sama orang Sumatera Utara dan sama – sama bermarga Nasution tetapi dengan kejadian ini sedikit pun kami tidak akan pernah mendukung perbuatan yang salah dan keliru .

(Tim)

Berita Terkait

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir
Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan
Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang
Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah
Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan
Jalan Elak dan Gedung Kantor Bupati Aceh Timur Dilaporkan ke Kejari
Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan
Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27

Penghujung Ramadan 1447 H: Pemudik Diminta Waspada Melintasi Jalinsum Jembatan Merah – Simpang Gambir

Senin, 16 Maret 2026 - 09:23

Dituding Salah Gunakan Keuangan, Dirut PDAM Paparkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Senin, 16 Maret 2026 - 03:49

Bupati Tapanuli Utara Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Menghadapi Libur Panjang

Senin, 16 Maret 2026 - 02:46

Emak-emak di Takengon Lempari Kantor Leasing, JWI Aceh Timur Desak Teguran Pemerintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:48

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Tuha Peut dalam Dokumen Dana Desa di Banda Alam Dipersoalkan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:54

Jangan Coba-coba Menekan Pers: Wartawan Bukan Boneka Kekuasaan

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:52

Tokoh Mandailing Desak DPRD Madina Jangan Lagi Abaikan Perda Tanah Ulayat: “Ini Hak Adat, Bukan Sekadar Wacana”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:51

DPRD Madina Diuji: Berani Bela Tanah Ulayat atau Diam di Balik Meja Kekuasaan

Berita Terbaru