Bukittinggi, CNN Indonesia.id – ” Tiada kata lelah”, itulah perjuangan M.Taufik Dt Nan Laweh bersama Aliansi Anak Nagari Kurai limo Jorong Bukittinggi dalam menyelamatkan 177 orang siswa anak nagari yang belum mendapatkan sekolah di tingkat SLTA.
Hal ini disampaikan M.Taufik Dt Nan Laweh di acara konferensi pers, yang digelar di RM Purnama Sari,Jl Soekarno Hatta Manggis, kelurahan Manggis Ganting kec. Mandiangin koto selayan kota Bukittinggi,pada Jum’at 11 Juli 2025 dengan tema ” Menyelamatkan Pendidikan tahun ajaran 2025″.
Adapun perjuangan Aliansi Anak Nagari Kurai limo Jorong Bukittinggi, sudah sesuai dengan Pasal 31 UUD 1945 mengatur tentang pendidikan. Pasal ini menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar.
Selain itu, pasal ini juga mengamanatkan pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang memajukan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
Terkait permasalahan tersebut, M.Taufik Dt Nan Laweh bersama anak nagari Kurai limo Jorong Bukittinggi, sudah mendatangi kantor cabdin pendidikan kota Bukittinggi (Rabu 9/7) yang terletak di jl A. Karim no 12 Bukittinggi untuk memasukan surat dan mengkonfirmasi hal tersebut, namun dari keterangan Cabdin Pendidikan,hanya sekitar 74 orang siswa yang bisa di tampung, sisanya mau di kemanakan, ujarnya.
Untuk itulah, kita sebagai Anak Nagari Kurai yang bergerak atas nama Aliansi Anak Nagari Kurai limo Jorong Bukittinggi,terus berupaya memperjuangkan dan menyelamatkan anak nagari Kurai dengan tanpa membeda bedakan, agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat SLTA,dengan target gol semuanya,imbuhnya.
Kemudian, kita akan terus bergerak sambil menunggu hasil RDP pada Selasa 15 Juli 2025 mendatang di kantor DPRD kota Bukittinggi, setelah keluarnya hasil RDP tersebut, baru kita menentukan sikap selanjutnya, terangnya.
(Fendy Jambak)
















