Toba, Sumut, CNN Indonesia.id – Pembangunan Ruwbel(Ruangan belajar)di SD negeri Sitarak desa Lumban Rau tengara memicu jadi bahan perhatian Masyarakat Sitarak, yang mana kondisi pembangunan ruangan yang 6 kelas ini,kurang memenuhi syarat, bangunan yang asal asalan. pembangunan pelapon atas dan bawah,atau pengeramikan asal jadi sudah longgar seluruh nya.
Menurut pernyataan salah seorang warga masyarakat Sitarak Selasa.14.juli 2025.pukul,11.30/selesai, yang ber inisial S.S,yang perna melakukan kegiatan pertukangan di tempat,banwa Sanya pihak rekanan tidak mengoptimalkan pengawasan dan mutunya bangunan,bahkan sampai pengunaan bahan material Semen,mengunakan merek merah putih,dan Kosen pintu dan jendela,hanya menggunakan bahan yang lama,(atau di poles dengan warna cat)
Dan salah satu ruangan UKS ini ( usaha kesehatan sekolah) tidak perna dibuka,dan terkunci rapat rapat, memicu bahan pertanyaan masyarakat setempat,”ada apa dengan ruangan UKS ini? paparan masyarakat setempat,
Demikian pula juga tambahan dari salah seorang kontrol sosial yang berada di kecamatan Nassau inisial A.S.mengaku sangat kecewa atas pembangunan 6 rumbel ini,dan satu Ruangan UKS, dan satu lagi Ruangan LAB( laboratorium).yang terkhusus ruangan laboratorium ini,yang bangunan nya, sangat memprihatikan.
hal ini sangat mengharapkan kepada bapak Bupati Toba Ependi Napitupulu SP, untuk meninjau ulang kinerja dari Dispen Toba ( dinas pendidikan kabupaten Toba)
Yang sudah di kerjakan oleh pihak rekanan,yang menelan usia Seumur jagung ini,sudah mengalami kerusakan. Dengan ini dapat dikatakan merugikan aset Negara, atau indikasi korupsi. kami para masyarakat Desa Lumban Rau tengara Serta para kontrol sosial meminta agar hal pembangunan ditinjau ulang kembali oleh dinas pendidikan kabupaten Toba,jika tidak akan akan membawa kasus ini ke pihak Kejatisu.( Kejaksaan tinggi Sumatera Utara) J/Ndk
















