Bangsa Yang BESAR Adalah : Bangsa Yang Mengenal Sejarahnya.

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 02:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Dalam memperingati ULTAH KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN ini yang ke – 80 Tahun. Dimana tahun ini bertepatan pada hari Minggu (17/08/2025)

Bila melihat dari Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yang sudah usia 80 tahun ini, ibaratkan manusia sudah cukup tua atau dengan kata lain. Sudah menjadi Kakek – Kakek yang tua renta.

Sudah seharusnya Bangsa ini lebih matang, dalam mempersiapkan diri terutama dalam menyambut Indonesia Emas nanti nya, terkhusus nya bagi para Pejabat, Para Elite dan Pemimpin nya (terkhusus nya didaerah SUMUT , apakah GUBSU, BUPATI & WALIKOTA nya) sudah bisa mempersiapkan diri, di dalam menyambut Indonesia Emas nanti nya, yang seharusnya sudah bisa menyadari segala kekurangan nya dan semakin lebih DEWASA dalam berpikir serta meresapi keberadaan SEJARAH PERJUANGAN BANGSA ini terdahulu , terlebih di Ibukota Propinsi MEDAN.

Dimana sesuai dengan sejarah tanah sumatera terkenal dengan kekayaan alam nya baik berupa rempah – rempah begitu juga dengan hasil kandungan alam nya yang begitu kaya tetapi aneh nya sampai saat ini kenapa dalam hal pengolahan atau pun pengelolaan hasil alam yang ada masih tetap saja menjadi penonton di negara sendiri sudah sejauh manakah kesiapan para elit dan pejabat nya ……???

Pernahkah hal ini menjadi sebuah pemikiran bagi para elit dan pejabat yang untuk menjadi sebuah agenda pembahasan khusus untuk mensejahterakan tarap hidup masyarakat Indonesia dan khususnya di wilayah Sumatera Utara karena bila di hitung – hitung dari hasil kekayaan alam nya wilayah Sumatera Utara ini tidak suatu kemungkinan masyarakat nya akan tetap berada di bawah garis kemiskinan seperti sekarang ini kalau lah elit dan pejabat nya mau memikirkan kesejahteraan rakyat nya dan pejabat nya tidak menjadi koruptor dan tetap memperkaya diri.

Wakil ketua Himpunan Keluarga Mandailing ( HIKMA) Sumatera Utara, H. Syahrir Nasution melontarkan kritik keras terhadap proses revitalisasi Lapangan merdeka Medan yang sedang di jalankan oleh pemerintah wali kota Medan di waktu itu di bawah kepemimpinan Bobby Afif Nasution.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas 2026

Syahrir menilai Proyek tersebut terkesan mengabaikan nilai – nilai sejarah dan budaya lokal yang melekat erat pada kawasan bersejarah itu.

“Belajarlah Bobby tentang sejarah dan budaya masyarakat.Hal ini penting, terutama revitalisasi lapangan merdeka Medan” tulis Syahrir Nasution dalam pernyataan Publik nya pada Kamis (5/6).

Menurut nya lapangan Merdeka, bukan sekedar ruang terbuka, tetapi merupakan simbol perjuangan dan kebangsaan yang memiliki nilai historis tinggi. Ia menyayangkan jika proses revitalisasi di lakukan tanpa melibatkan tokoh – tokoh sejarah dan budayawan yang memahami betul makna kawasan itu.

” Banyak tokoh dan ahli sejarah yang mengetahui tentang sejarah perjuangan dari hadirnya lapangan Merdeka tersebut. Mungkin anda Bobby belum lahir ke dunia ini ketika sejarah itu terbentuk. Karena itu penting nya membuka mata dan telinga seluas – luasnya . Bukan hanya menerima masukan dari ‘ panglima – panglima talam’ yang berseliweran di pinggir jalan”, sindirnya.

Lebih lanjut, Syahrir menyebutkan bahwa sejarah di Medan—terutama yang terkait identitas lokal dan peran kesultanan—– telah lama mengalami penghapusan oleh penguasa sebelum nya.

” Sejarah sengaja di hapus oleh rezim zalim penguasa yang berkuasa selama satu dekade sebelum nya.Ditambah lagi peran para bizzer pembisik yang hanya mementingkan kepentingan pribadi nya. Sehingga para tokoh dan ahli sejarah yang di masyarakat ini menghilang”,tambah nya.

Syahrir menegaskan, tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa mengetahui sejarah nya, mengutip ungkapan : ” No one can’t escape history”. Ia mengatakan agar penguasa hari ini tidak merupakan bagian dari mereka yang melupakan sejarah justru mengulang kesalahan masa lalu.

Sebagai cucu dari H. Madong Lubis Seorang juru bahasa dari kesultanan Deli—Syahrir merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran sejarah. Ia berharap pemerintah Kota Medan tidak gegabah dalam menentukan arah pembangunan kawasan bersejarah tersebut.

“Janagan sampai nanti warga Sumut dijuluki memiliki pemimpin yang hadir karena kecelakaan sejarah”, tegasnya.

Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik masyarakat sipil terhadap proyek Revitalisasi lapangan Merdeka yang dianggap partisipasi publik dan berpotensi menggerus nilai – nilai historis kota Medan.

(M.SN)

Berita Terkait

Bunda Endarmy DPRD Sumbar Tegaskan Kewenangan Ada di PUPR Padang Pariaman
Ketua Repro DPD Pariaman Indonesia Kuat Desak Bupati : Perintahkan Kadis PUPR Aspal Jalan Simsur, Kayu Tanam Jangan Tunggu Korban
13 Calon Jemaah Haji Asal Lingga Bayu Diberangkatkan, Diiringi Do’a dan Haru dari Masjid Raya Al-Ikhlas
Babinsa Koramil 16/BTN Aktif Dampingi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kecamatan Lingga Bayu
Pantai Barat Madina Menuntut Keadilan: Wacana Pemekaran Kabupaten Mandailing Pesisir Kian Menguat
Cegah Lakalantas, Polsek Lingga Bayu Bersama TNI dan Warga Timbun Jalan Rusak di Simpang Gambir
Ketika Jalan Provinsi Rusak Diperbaiki Secara Swadaya
Putri Sion Tak Lagi Suci Telah Bersundal Dengan Bangsa-Bangsa: Dulu Bersenggama Dengan China, Kini Dengan AS, Dimana Nasib Rakyatnya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 23:46

Bunda Endarmy DPRD Sumbar Tegaskan Kewenangan Ada di PUPR Padang Pariaman

Sabtu, 25 April 2026 - 14:28

Ketua Repro DPD Pariaman Indonesia Kuat Desak Bupati : Perintahkan Kadis PUPR Aspal Jalan Simsur, Kayu Tanam Jangan Tunggu Korban

Sabtu, 25 April 2026 - 12:49

13 Calon Jemaah Haji Asal Lingga Bayu Diberangkatkan, Diiringi Do’a dan Haru dari Masjid Raya Al-Ikhlas

Sabtu, 25 April 2026 - 08:27

Babinsa Koramil 16/BTN Aktif Dampingi Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kecamatan Lingga Bayu

Jumat, 24 April 2026 - 13:12

Pantai Barat Madina Menuntut Keadilan: Wacana Pemekaran Kabupaten Mandailing Pesisir Kian Menguat

Kamis, 23 April 2026 - 15:08

Ketika Jalan Provinsi Rusak Diperbaiki Secara Swadaya

Kamis, 23 April 2026 - 10:49

Putri Sion Tak Lagi Suci Telah Bersundal Dengan Bangsa-Bangsa: Dulu Bersenggama Dengan China, Kini Dengan AS, Dimana Nasib Rakyatnya

Senin, 20 April 2026 - 13:48

RSUD Magretty Lauran Resmi Beroperasi, Era Baru Layanan Kesehatan Tanimbar

Berita Terbaru