Madina, Sumut, CNN Indonesia.Id
Tokoh masyarakat Batang Natal H.Syahrir Nasution, mengingatkan kembali Kejayaan Pulau Tamang dan kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) Provinsi Sumatera Utara (SUMUT), yang pada zaman Orde Baru (ORBA) terkenal Sentra Cengkeh berkualitas tinggi, “Dulu masa Orde Baru Pulau Tamang ini bak Hongkong—nya Indonesia.Pulau ini di tanami cengkeh Zanzibar.
Saat panen raya, pemetik cengkeh bekerja hingga larut malam, dan para pedagang antar pulau berdatangan membeli cengkeh yang tara – rata berkelas kualitasnya,” kata Syahrir Nasution di Natal pada Sabtu (23/08/2025).
Menurut nya, pada masa itu bahkan ada keluarga nya yang menjadi maneger koperasi Pengumpul dan pembeli cengkeh untuk di ekspor ke luar negeri.
Namun kini ia mengaku tidak mengetahui lagi bagaimana nasib petani cengkeh di daerah tersebut.
“Apakah masih dilanjutkan atau sudah punah, itu yang kita pertanyakan.Padahal, seandainya pertanian cengkeh terus digalakkan oleh Pemkab Madina, ditambah dengan potensi bahari yang ada, rakyat sekitar bisa sejahtera dan PAD MADINA tidak perlu selalu mengemis Dana Bagi Hasil (DBH) ke Pusat,” ujar Syahrir Nasution gelar Sutan Kumala Bulan itu.
Selain potensi Cengkeh, Syahrir juga menyinggung kekayaan laut Natal yang menyimpan endapan pasir kuarsa sebagai bahan Baku kaca. Ia menilai, apabila di kelola secara profesional pulau Tamang dan Perairan Natal dapat menjadi penyumbang besar bagi Pendapatan daerah. ” Tidak berlebihan jika saya katakan Pulau Tamang, Kecamatan Natal dan Batahan Merupakan serpihan – serpihan surga yang kurang diperhatikan Pemkab Madina,” katanya menambahkan lebih jauh.
Ia mengingatkan juga bahwa kota Natal juga dikenal sebagai yang banyak melahirkan tokoh pergerakan nasional seperti Sutan Syahrir dan Sutan Takdir Alisjahbana.
” Ini menunjukkan bahwa Natal memiliki potensi besar, baik dari sisi Sumber daya alam maupun sejarah pergerakan bangsa. Tinggal bagaimana pemerintah daerah serius mengelolanya. tutur Syahrir.
(M.SN)















