Medan, CNN Indonesia.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengadakan Pelatihan Briket Arang Sehat sebagai langkah nyata mendukung terwujudnya Desa Bebas Karbon di Huta Tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Berdaya Pelindo Regional 1 ini menghadirkan pegiat lingkungan dari Rumah Briket Medan. Bertindak sebagai narasumber, Ir. Rena Arifah, M.Si, menjelaskan bahwa limbah pertanian, khususnya bonggol jagung, memiliki potensi besar sebagai bahan baku briket ramah lingkungan.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kebiasaan masyarakat desa yang sebelumnya telah berhenti melakukan praktik pembakaran bonggol jagung. Dengan adanya transfer pengetahuan ini, warga didorong memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang sehat, ekonomis, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon.
“Limbah pertanian, seperti bonggol jagung, tidak seharusnya dibakar begitu saja. Dengan teknologi briket, limbah ini bisa diolah menjadi energi yang lebih bermanfaat sekaligus ramah lingkungan,” ujar Ir. Rena Arifah, M.Si dalam paparannya.
Manager Hukum dan Humas Regional 1, Fadillah Haryono menegaskan bahwa program TJSL Pelindo tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
“Pelatihan briket arang sehat ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi pembakaran limbah pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Huta Tinggi,” tegasnya.
Melalui program TJSL ini, Pelindo Regional 1 berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya desa mandiri, berdaya, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).(R)
















