Nyakli Maop: Pemerintah Pusat Tidak Pernah Tulus Terhadap Aceh Sejak Era Kemerdekaan hingga Bencana

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia, Razali alias Nyakli Maop, menyampaikan kritik tajam terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun dan membantu masyarakat Aceh.

Menurutnya, sejarah mencatat bahwa ketulusan Jakarta terhadap Bumi Serambi Mekkah kerap berujung pada janji manis yang tidak terealisasi.

Dalam pernyataan tertulisnya, Nyakli Maop menyoroti kontras antara besarnya pengorbanan rakyat Aceh di masa awal kemerdekaan dengan perlakuan yang diterima daerah ini dari masa ke masa.

Nyakli Maop mengingatkan kembali publik tentang “modal” besar yang diberikan Aceh untuk berdirinya Republik Indonesia. Ia menyebut peran vital Radio Rimba Raya yang menyuarakan eksistensi RI saat agresi militer Belanda, serta sumbangan pesawat terbang pertama, Seulawah RI-001, dari hasil patungan rakyat Aceh.

“Sukarno-Hatta datang ke Aceh memohon bantuan dengan janji-janji manis kepada ulama, termasuk janji pelaksanaan syariat Islam secara kaffah. Namun sejarah membuktikan, dari era DI/TII hingga konflik panjang GAM, ketidakadilan selalu menjadi pemantik perlawanan,” ujar Nyakli Maop.

Ia juga menegaskan bahwa perdamaian yang tertuang dalam MoU Helsinki saat ini terkesan dikhianati karena banyak butir kesepakatan yang belum sepenuhnya diimplementasikan oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga:  Kapolsek AKP. H.P. Ritonga SH Laksanakan Tausiyah, Do'a Bersama & Santuni Anak Yatim Serta Jompo Di Kecamatan Lingga Bayu

Kekecewaan terbaru muncul terkait penanganan pasca-banjir besar yang melanda Aceh dan sebagian wilayah Sumatera. Nyakli Maop mendesak agar Pemerintah Pusat menetapkan status Darurat Bencana Nasional agar bantuan internasional melalui PBB dapat masuk secara masif.

“Seharusnya status darurat nasional ditetapkan agar beban masyarakat menjadi lebih ringan. Namun, Pemerintah Pusat seolah enggan. Bahkan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia masih mampu menangani korban secara mandiri, menurut kami hanyalah mimpi di siang bolong,” tegasnya.

Menurutnya, klaim kemandirian tersebut tidak selaras dengan realitas di lapangan, di mana masyarakat terdampak masih tertatih-tatih untuk bangkit dari musibah tanpa dukungan yang memadai.

Nyakli Maop menutup pernyataannya dengan meminta Pemerintah Pusat berhenti memberikan janji-janji politik dan mulai menunjukkan aksi nyata. Ia menekankan bahwa masyarakat Aceh tidak meminta keistimewaan, melainkan keadilan dan pengakuan atas martabat sejarah yang telah mereka berikan untuk bangsa ini.

Rasyidin

Berita Terkait

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar
Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras
Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026
Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela
Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:10

Uwuratu Dukung Penuh Groundbreaking Blok Masela Menuju Kesejahteraan Tanimbar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:06

Dorong Swasembada Pangan Kadis Pertanian KKT Sebut Harus Kurangi Ketergantungan Impor Beras

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:00

Kelompok Tani KWT Makmur Nagari Malalak Selatan Terima Bantuan Bibit Jagung untuk Mendukung Program Nagari Mandiri Pangan 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:29

Forkopimda Maluku Tiba di Lermatang: Kawal Proyek Strategis Blok Masela

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Berita Terbaru