Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Warga Aceh Timur menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (2/4/2026) sebagai bentuk protes terhadap penanganan korban banjir yang dinilai belum tuntas dan masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.
Aksi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dari Masjid Agung Darus Shalihin, Idi Rayeuk, sebelum massa bergerak menuju Pendopo Bupati Aceh Timur untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Rencana aksi ini mencuat di tengah keluhan masyarakat terkait distribusi bantuan yang belum merata serta data penerima bantuan yang disebut masih simpang siur.
Sejumlah warga menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya koordinasi dalam penanganan pascabencana.
Desakan ke Pemerintah
Dalam aksi tersebut, massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah, termasuk:
••Mendesak pemerintah pusat segera menuntaskan seluruh persoalan korban banjir Aceh, khususnya di Aceh Timur.
••Meminta BNPB, BPBD Aceh Timur, serta Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara adil tanpa diskriminasi.
••Menagih komitmen Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait kemampuan negara dalam menangani bencana secara mandiri.
••Mendorong evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan yang dinilai belum akurat.
••Mendesak pemerintah daerah mempercepat pemulihan korban secara adil dan berkelanjutan.
Masalah Pascabencana Masih Berlanjut
Hingga kini, sejumlah wilayah di Aceh Timur masih menghadapi dampak serius pascabanjir, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Kondisi ini memicu kekecewaan di tengah masyarakat yang berharap adanya langkah konkret dan terukur dari pemerintah.
Aksi Jadi Saluran Tekanan Publik
Rencana aksi tersebut dinilai menjadi bentuk tekanan publik agar pemerintah segera mempercepat penanganan dan memastikan keadilan bagi seluruh korban.
Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius, sehingga persoalan yang ada tidak berlarut-larut.
Rasyidin
















