Toba, Sumut, CNN Indonesia.id _
Habinsaran, 17 Juni 2025 — Hari yang di nanti tiba. Sejak pagi buta, halaman SMAN 1 Habinsaran sudah mulai dipadati oleh para orang tua dan calon siswa /siswi,ini adalah hari pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II untuk tahun ajaran 2025/2026. pihak sekolah mengumumkan bahwa hasil baru bisa dilihat pukul 19.00 WIB melalui situs resmi SPMB Provinsi Sumatera Utara,
Semakin sore, suasana menjadi lebih tegang. Beberapa anak tampak gelisah, duduk berdempetan dengan orang tua mereka di bangku panjang di teras sekolah. Ada yang berdoa diam-diam, ada pula yang sibuk melihat ponsel, berharap situs pengumuman lebih cepat menampilkan hasil.
Tepat pukul 19.00 WIB, suara langkah cepat terdengar dari ruang guru. Kepala sekolah bersama beberapa guru masuk ke halaman dengan selembar kertas hasil pengumuman yang baru saja dicetak.
Kertas pengumuman ditempel di papan pengumuman. Seketika, kerumunan para calon siswa dan orang tua yang sudah menahan cemas sejak pagi pun langsung bergerak mendekat.
Teriakan kegembiraan terdengar”,Beberapa siswa melompat, memeluk teman mereka sambil menangis bahagia. Aku lulus Aku masuk SMAN 1 Habinsaran!” teriak seorang gadis dengan senyum lebar, memeluk ibunya yang ikut menitikkan air mata haru.
Beberapa siswa lain tampak menelepon keluarga mereka di rumah, memberi kabar baik dengan suara bergetar menahan tangis bahagia,
Namun, tidak semua tangis yang terdengar malam itu adalah tangis kebahagiaan. Di sudut lain halaman sekolah, seorang ibu yang memeluk anaknya erat-erat, menangis tanpa suara. Nama sang anak tak tercantum dalam daftar siswa yang diterima. Beberapa anak lain hanya diam, menunduk, dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca. Ada yang menolak pulang, berharap ada keajaiban. Beberapa bahkan memberanikan diri mendatangi kepala sekolah, memohon agar bisa diberi kesempatan bersekolah di SMAN 1 Habinsaran.
“Saya tahu anak saya mampu, Pak. Tolong beri dia kesempatan.ungkap nya, Kami benar-benar ingin sekolah di sini,” ucap seorang ayah dengan nada lirih namun penuh harapan. Kepala sekolah menerima semua permohonan dengan tenang, menyampaikan bahwa semua akan dipertimbangkan sesuai aturan yang berlaku.
saat ini SMAN 1 Habinsaran menjadi saksi dari beragam emosi: harapan, kegembiraan, tangis, dan juga kecewa. Namun satu hal yang sama dari semuanya—cinta dan semangat akan pendidikan.
(J/ Ndk)
















