Bonjol, Sumatera Barat, CNN Indonesia.id – Aktivitas lalu lintas menuju Bonjol, Kabupaten Pasaman, belakangan ini dikeluhkan oleh banyak pengguna jalan. Pasalnya, diduga ratusan mobil trailer pengangkut alat berat kerap melintasi jalur tersebut, menimbulkan keresahan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Beberapa warga dan pengendara yang melintasi jalur ini mengaku terganggu, terutama saat melintasi sejumlah tikungan tajam yang menjadi titik rawan kemacetan. Mobil-mobil trailer berukuran besar kerap kesulitan bermanuver di tanjakan maupun tikungan sempit, sehingga membuat kendaraan lain harus menunggu dalam waktu yang cukup lama.
“Sudah beberapa kali saya terjebak macet karena trailer besar itu. Apalagi kalau dua trailer bertemu di tikungan, jalan langsung buntu. Ini sangat meresahkan,” ujar Andi, seorang pengemudi travel yang rutin melintasi jalur tersebut.
Kondisi ini juga diperparah oleh minimnya pengaturan lalu lintas di beberapa titik krusial. Tidak jarang, warga sekitar atau sesama pengguna jalan harus turun tangan mengatur lalu lintas secara swadaya agar kendaraan bisa kembali bergerak.
Dugaan meningkatnya jumlah mobil trailer ini disinyalir terkait dengan aktivitas proyek atau pengiriman alat berat menuju wilayah Bonjol dan sekitarnya. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai regulasi lalu lintas kendaraan bertonase besar di jalur tersebut.
Warga dan pengguna jalan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah serta instansi terkait guna mengatasi permasalahan ini. Beberapa di antaranya mengusulkan agar ada jadwal khusus bagi mobil trailer melintas, atau alternatif jalur agar tidak mengganggu arus kendaraan reguler.
“Kalau dibiarkan terus, bisa membahayakan pengguna jalan lain, apalagi kalau malam hari dan cuaca buruk,” tambah Andi.
Situasi ini menjadi peringatan penting akan perlunya pengaturan dan pengawasan ketat terhadap operasional kendaraan berat di jalur umum, agar tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
(*)
















