Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG, CNN Indonesia.id — “Sampai kapan masyarakat Anduriang Kayu Tanam mendayung dan mendorong rakit di Sungai Batang Anai? Sampai kapan tar dia sakit? Kasihan kita.” Suara pilu itu disampaikan Bunda Endarmy dengan mata berkaca di Rapat Paripurna DPRD Sumbar, demi pembangunan Jembatan Bailey.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bunda Endarmy, menyuarakan langsung nasib 30.000 warga,Jembatan Anduriang,Kayu Tanam dalam ruangan sidang paripurna DPRD Provinsi Sumbar, Rabu 29 April 2026. Beliau berbicara di hadapan Ketua DPRD Sumbar dan Gubernur Sumbar untuk meminta kepastian pembangunan Jembatan Bailey.

Yang Terdampak: Masyarakat Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam padang Pariaman. Sejak jembatan hanyut akibat banjir bandang November 2025, warga dari tiga nagari — Kayu Tanam, Anduriang, Guguak terpaksa seberang Sungai Batang Anai pakai rakit tiap hari

Bunda Endarmy,Anggota DPRD Sumbar Dapil Padang Pariaman-l beliau berbicara dengan suara bergetar.
Ke Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar yang hadir di paripurna.

Aspirasi itu disampaikan hariRabu, 29 April 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat. Momen ini jadi pengingat bahwa suara rakyat kecil sudah sampai ke meja pimpinan daerah.

Bunda Endarmy sampai meneteskan air mata? Dengan Alasan: Warga Taruh Nyawa di Sungai: “Sampai kapan masyarakat Anduriang Kayu Tanam mendayung dan mendorong rakit di Sungai Batang Anai? Sampai kapan tar dia sakit? Kasihan kita,” ucap Bunda Endarmy. Anak sekolah basah kuyup, ibu-ibu bawa dagangan, orang sakit tertahan.

Baca Juga:  Ima Tabagsel: Poldasu Harusnya Tahan Ketua Gerindra Madina Seperti Ketua PDIP Batubara

Jembatan Bailey Belum terlaksana: Sebelumnya ada rencana dari Kapolda Sumbar untuk membangun jembatan Bailey. Presiden RI Prabowo Subianto saat ke Kayu Tanam juga menyampaikan jembatan putus akan ditangani pihak kepolisian. Namun hingga akhir April 2026, warga masih di rakit.

Bunda Endarmy Jadi Sandaran Harapan, Tiap hari warga bertanya, “Kapan lagi jembatan Bailey kita dibangun, Buk?, Pertanyaan itu yang Bunda bawa ke paripurna.

Khawatirnya Warga Ambil Risiko, Bunda Endarmy sampaikan kekhawatiran, “Apa perlu masyarakat yang membuat jembatan asalan asal aja?” Karena terlalu lama menunggu, warga bisa nekat bikin jembatan darurat yang berbahaya.

Bunda Endarmy menyampaikan dengan tulus di paripurna:Koordinasi Segera Gubernur dimohon panggil pihak kepolisian untuk memastikan waktu mulai pembangunan Bailey 60 meter.

Percepat jembatan bailay Demi Rakyat: Jika ada kendala, Pemprov Sumbar diharapkan hadir. 30.000 warga tidak bisa terus menunggu di Sungai Batang Anai.
Jaga Keselamatan Warga: Jembatan Bailey dengan pondasi ditinggikan 2-3 meter itu harapan satu-satunya. Estimasi 3 minggu bisa selamatkan ekonomi dan nyawa warga.

Ini bukan soal politik, ini soal kemanusiaan. Saya titip nasib warga saya ke Pak Gubernur dan Pak Ketua Dewan. Kasihan mereka,” tutup Bunda Endarmy.

Hak Jawab terbuka untuk Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar. Semoga air mata Bunda Endarmy jadi penggerak percepatan Jembatan Bailey Anduriang. (Jhrm)

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 23:21

Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

Berita Terbaru