Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurna eva Karmila, turut menjadi pemateri pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Koperasi yang digelar di Balai Sidang Hatta Hotel Monopoli,19-20 Agustus. Acara ini diikuti oleh pelaku koperasi Triarga yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat peran koperasi dalam mendukung perekonomian daerah.
Dalam sambutannya, Nurna eva menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, keberadaan koperasi tidak hanya memberi manfaat bagi anggota, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat luas. Oleh sebab itu, koperasi harus terus diperkuat agar mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi modern.
Ia menjelaskan, peran legislatif sangat penting dalam mendukung pengembangan koperasi dan UKM. DPRD, katanya, memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang dapat diarahkan untuk menciptakan regulasi yang pro terhadap koperasi serta mengalokasikan anggaran guna memperkuat sektor tersebut. “Kami di legislatif berkomitmen untuk memastikan koperasi mendapat ruang tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Selain dukungan regulasi, Nurna eva menekankan pentingnya program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, banyak koperasi yang memiliki potensi besar namun terkendala dalam hal manajemen, administrasi, dan pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, kegiatan seperti Bimtek ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi para pengelola koperasi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya memperkuat ekosistem usaha kecil menengah. Salah satunya melalui fasilitasi akses permodalan, pendampingan, serta promosi produk lokal agar bisa menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Nurna eva juga mengingatkan bahwa koperasi dan UKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi sulit seperti pandemi beberapa waktu lalu. “UKM dan koperasi terbukti menjadi penopang utama perekonomian ketika sektor besar mengalami tekanan. Inilah alasan kenapa kita harus memperkuatnya,” tegasnya.
Di tambahkan Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, SE, M.Si, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para anggotanya.
“keberhasilan koperasi dapat dilihat dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh anggota. Mulai dari akses permodalan, ketersediaan barang dan jasa dengan harga terjangkau, hingga pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang bisa memperkuat ekonomi rumah tangga.
“Koperasi itu milik bersama. Jadi, semakin aktif anggota berpartisipasi, semakin besar pula manfaat yang bisa diperoleh. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan koperasi melalui pembinaan, pelatihan manajemen, hingga akses digitalisasi usaha,” jelasnya.
Endrizal juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu bergabung dan mengembangkan koperasi. Ia menilai, koperasi yang sehat, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi akan mampu bersaing dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Kegiatan Bimtek ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan tantangan yang dihadapi koperasi saat ini, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar.
Di akhir kegiatan, Nureva dan Kepala Dinas Koperasi Endrizal berharap para peserta tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga mengimplementasikannya di lapangan. Ia optimis apabila koperasi dan UKM mampu dikelola secara profesional, maka akan tercipta ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, Bimtek Gerakan Koperasi ini diharapkan menjadi momentum bagi kebangkitan koperasi dan UKM di Sumatera Barat. Melalui dukungan legislatif, eksekutif, dan partisipasi aktif masyarakat, sektor koperasi diyakini dapat terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang kokoh.
(Basa)
















