Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Gereja Katolik bersama umat dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara resmi mencanangkan rangkaian Perayaan Syukur Yubileum 100 Tahun Kehadiran dan Karya Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) di Tanah Tanimbar (1926–2026).
Pencanangan perayaan ini diawali dengan doa, dipusatkan di depan Gedung Natar Kaumpu Saumlaki, kemudian peserta berjalan dari depan gedung Natar Kaumpu Saumlaki hingga berakhir di lokasi pelataran Pusat Karya Pastoral MSC Saumlaki, Senin (16/2/2029).
Kegiatan ini diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai paroki, sekolah, OMK, Sekami, serta masyarakat umum bahkan pada cara pencanangan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Ch. Ratuanak, Pimpinan Tarekat PBHK Regional Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku Andreas J.W. Taboran, unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pimpinan DPRD setempat.
Selain itu juga, Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya bersama pastores, tokoh adat, pengusaha, serta perwakilan umat dari berbagai paroki, utusan OMK, Sekami dan perwakilan SMA-SMK, SMP dan SD di kota Saumlaki dan sekitarnya.
Empat suster misionaris PBHK yang pertama bertugas di Tanimbar adalah Sr. Francoise, Sr. Anselma, Sr. Alphonsa, dan Sr. Gerarda. Mereka telah menanamkan benih iman yang bertumbuh dan berbuah melalui karya nyata di tengah masyarakat Tanimbar.
Ketua Panitia Perayaan Yubileum, Apolonia Laratmase, dalam laporannya menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekedar mengenang sejarah, melainkan menjadi momentum pembaruan komitmen Gereja dan umat untuk terus menghidupi semangat kasih dan perutusan di tengah tantangan zaman.
“Yubileum ini merupakan ungkapan syukur atas karya Allah yang nyata melalui pelayanan para suster PBHK di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pastoral. Ini juga menjadi ajakan untuk memperbarui komitmen agar semangat kasih dan pelayanan tetap hidup dan relevan,” ujar Apolonia Laratmase.
Sebagai wujud syukur konkret, panitia bersama umat akan memberi kado satu abad bagi PBHK dengan melaksanakan renovasi dan rehabilitasi Biara PBHK yang telah berdiri sejak tahun 1926, sebagai simbol perawatan dan kesinambungan warisan iman.
Laratmase katakan, total estimasi anggaran kegiatan Yubileum sebesar Rp300.000.000, yang dialokasikan untuk kegiatan pra-puncak dan puncak perayaan, humas dan dokumentasi yaitu penyusunan dan penerbitan buku sejarah dan film dokumenter, serta akomodasi dan logistik tamu dari luar daerah.
Dalam sambutan pencanangan, Vikaris Episkopal Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD.Ponsio Ongirwalu Pr menegaskan bahwa pencanangan Yubileum ini merupakan ajakan untuk menoleh ke belakang dengan syukur sekaligus melangkah ke depan dengan komitmen yang diperbaru.
Sementara itu, Pimpinan PBHK Regio Maluku – Suster Alfonsia Makin, menegaskan, Yubileum 100 Tahun ini adalah ajakan bagi seluruh umat Allah di Kepulauan Tanimbar untuk bersatu sebagai satu keluarga, melanjutkan warisan pelayanan kasih yang telah ditanamkan para misionaris.
Sementara itu juga, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Chatarina Ratuanak mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan karya misi Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang telah hadir dan melayani Tanah Tanimbar selama satu abad.
Menurut Wakil Bupati, para suster PBHK bersama para misionaris Missionarii Sacratissimi Cordis (MSC) telah meninggalkan kenyamanan hidup mereka dan datang ke Tanimbar untuk menggendong masyarakat yang lemah, tidak berdaya, dan tertinggal, agar menjadi manusia yang bermartabat.
Acara pencanangan ini ditandai dengan pelepasan balon gas oleh Wakil Bupati, Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Pimpinan PBHK Regio Maluku, Ketua DPRD dan semua tamu undangan yang hadir.
(AM).
















