Bukittinggi, CNN Indonesia.id — Ribuan alumni SMAN 2 Bukittinggi yang dikenal sebagai “Anak Sikolah Radjo” menggelar acara reuni akbar bertajuk “SMANDA Luas Sekali Dunia” di Balai Sidang Hatta, Bukittinggi. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting dalam memperingati usia sekolah yang telah mencapai 170 tahun sekaligus mempererat tali silaturahmi antaralumni lintas generasi, Sabtu, 30/05/26
Acara tersebut dihadiri sekitar 1.500 alumni dari berbagai angkatan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Selain menjadi ajang temu kangen, kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda strategis yang menunjukkan kepedulian alumni terhadap kemajuan almamater dan Kota Bukittinggi.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah serah terima pembangunan Masjid SMAN 2 Bukittinggi oleh alumni kepada pihak sekolah. Pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata alumni dalam mendukung sarana pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di lingkungan sekolah.
Ketua Panitia, Joni Feri, menyampaikan bahwa kegiatan “Anak Sikolah Radjo Baralek Gadang” mengusung tema “SMANDA Luas Sekali Dunia”, yang menggambarkan luasnya jaringan alumni SMAN 2 Bukittinggi yang telah berkiprah di berbagai bidang profesi dan wilayah. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap almamater menjadi landasan utama terselenggaranya kegiatan tersebut.
Joni Feri juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini alumni berhasil menghimpun sumbangan dan dukungan dana yang nilainya mencapai lebih dari Rp200 juta. Dana tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni untuk mendukung berbagai program pengembangan sekolah dan kegiatan sosial kemasyarakatan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum Alumni SMAN 2 Bukittinggi, Muhammad Fadli, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya reuni akbar tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibangun atas dasar persaudaraan dan rasa memiliki terhadap almamater.
“Ini bukan hanya sebuah pertemuan, tetapi juga bagian dari perjuangan panjang untuk mempererat persaudaraan. Kebersamaan yang kita rasakan hari ini menjadi modal penting untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah, daerah, dan bangsa,” ujarnya.

Menurut Muhammad Fadli, para alumni yang kini telah berhasil di berbagai bidang memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga hubungan baik serta berperan aktif dalam pembangunan pendidikan. Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut pada masa-masa mendatang.
Kepala SMAN 2 Bukittinggi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari para alumni. Ia menjelaskan bahwa saat ini sekitar 50 persen lulusan SMAN 2 Bukittinggi berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Pihak sekolah menargetkan angka tersebut dapat meningkat menjadi 75 persen pada tahun-tahun mendatang.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa. Dukungan alumni menjadi energi besar bagi sekolah untuk mencapai target yang lebih tinggi dalam mencetak generasi unggul,” katanya.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa eksistensi “Sikolah Radjo” tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah Kota Bukittinggi. Menurutnya, sekolah yang telah berusia 170 tahun itu memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan di Sumatera Barat bahkan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut telah berdiri jauh sebelum Jam Gadang dibangun. Bahkan, sejarah mencatat bahwa SMAN 2 Bukittinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Sumatera Barat yang telah melahirkan banyak tokoh penting bangsa. Oleh karena itu, berbagai nilai sejarah yang dimiliki sekolah dan Kota Bukittinggi perlu terus digali dan dipromosikan kepada generasi muda.
“Bukittinggi memiliki sejarah besar, termasuk pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Momentum peringatan 170 tahun sekolah ini beriringan dengan peringatan satu abad Jam Gadang. Kita berharap alumni terus menjadi kekuatan besar yang membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa di masa depan,” ujar Ibnu Asis.
Selain agenda reuni dan serah terima pembangunan masjid, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi kajian akademik bertema “Bukittinggi Kota Perjuangan” yang dibawakan oleh para alumni. Kajian tersebut mengulas perjalanan sejarah Kota Bukittinggi sebagai salah satu pusat perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan Bukittinggi sebagai kota perjuangan yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan “Anak Sikolah Radjo Baralek Gadang” ini, para alumni tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi bagi almamater, masyarakat, dan Kota Bukittinggi. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyongsong masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.
(Basa)
















