Saksi Pastikan Tidak Ada Kotak Suara di PPK Waelata Yang Dibawa Paksa Oleh Kapolres Buru

- Redaksi

Jumat, 6 Desember 2024 - 08:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waelata ( Maluku ) CNN Indonesia.id – Berbagai spekulasi tentang persoalan Kotak Suara di TPS 2 Kecamatan Waelata menjadi perhatian publik ketika diduga kotak tersebut dibawa paksa oleh pihak Polres Buru saat rapat pleno belum selesai.

Namun spekulasi ini dibantah dengan tegas oleh saksi salah satu paslon di PPK Waelata saat dihubungi oleh media.

Menurutnya , saat itu rekapitulasi perhitungan suara sudah selesai di semua TPS dan masuk pada pencocokan data untuk mengisi data pada C hasil.

Namun saat itu sambungnya , terjadi polemik akibat ada komplain dari saksi nomor 4 (Amanah).

Menurut saksi dari paslon Amanah tersebut bahwa , jangan dulu mengisi data di TPS 2 Desa Debowae karena mereka ada ajukan keberatan ke pihak Bawaslu dan Gakumdu.

Dan hal ini mendapat protes dari saksi paslon lain yang meminta pleno harus terus dilanjutkan dengan tetap mengisi data yang ada dan soal laporan ke Bawaslu nanti ikut saja keputusannya .

Ketika menjelang maghrib situasi di luar lokasi pleno PPK sudah tidak kondusif , banyak teriakan dari pendukung salah satu paslon yang meminta ketua PPK dan ketua Panwascam untuk keluar.

” Situasi semakin ricuh di luar bahkan kita saksi tidak berani keluar , kita terancam juga keselamatannya sehingga mau keluar makan saja kita takut nanti tengah malam baru ada suplai makanan , “ungkap Zaenal Ali salah satu saksi yang juga Anggota Dprd Kab Buru.

Saat itu situasi sangat mencekam bahkan ada yang lempar batu dan terserempet petugas yang membuat kita tambah panik , tambahnya.

Tepat Jam 01.00 Wit rombongan Kapolres Buru tiba di PPK Waelata.

Baca Juga:  UNP Kenalkan Emo-Demo Games untuk Edukasi Gizi di Nagari Sulit Air, Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Setelah itu logistik pilkada baru dapat dibawa dari PPK Kecamatan Waelata menuju Namlea dengan kendaraan Polisi tanpa ada paksaan apapun semuanya dilakukan oleh pihak Polres Buru sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

” Kehadiran Kapolres dan rombongan bukan intervensi tapi langkah pengamanan karena selama pleno berlangsung Kapolres selalu datang untuk memantau situasi keamanan , ” kata Zaenal.

Ditempat yang sama Ketua TPS 2 Desa Debowae Mahmuda mengungkapkan , masalahnya sudah selesai saat pleno rekapitulasi di PPK Kecamatan Waelata.

” Tapi ada yang terus memaksa kehendak untuk membuka kotak suara yang seharusnya tidak perlu dilakukan , ” jelasnya.

Dijelaskan oleh Mahmuda , sebenarnya persoalan itu berawal saat pemilihan di TPS 2 Desa Debowae tanggal 27 Nopember lalu dimana ada dua warga pasangan suami-istri pemegang KTP Namlea mencoblos di Desa Waelata menggunakan DPTB.

” Pasangan suami istri ini mencoblos di TPS 2 pada siang hari di enjuri time , dan saat itu tidak ada satupun saksi dari empat kandidat calon Bupati yang berkeberatan hingga perhitungan suara di TPS tersebut selesai , ” tegasnya.

Tetapi setelah itu diketahui kalau pasangan suami istri pemegang DPTB itu sebenarnya mencoblos di TPS 1.

Setelah kejadian itu Ketua PPS mendatangi kedua pasangan suami istri ini guna bertanya alasan mencoblos di TPS 2 dan diperoleh jawaban kalau mereka tidak tahu lokasi TPS 1.

” Beliau cuma tahu TPS hanya di Balai Desa dan jarak tempuh dari rumahnya ke balai desa juga lebih dekat. Gitu saja sih dan beliau datangnya juga sudah siang , ” terang Mahmuda.

Bung Forbes

Berita Terkait

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 08:34

Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Berita Terbaru