Kasus Tambang Emas Ilegal Desa Perbatasan Yang Merenggut Nyawa Pekerjanya di Pertanyakan

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024 - 03:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina ( Sumut ) CNN Indonesia.Id
Sudah satu bulan kejadian persoalan tambang emas ilegal di Desa Perbatasan Kecamatan Lingga Bayu yang menyebabkan anggota nya meninggal dunia akibat tertimbun longsor bekas galian namun sampai saat ini masalahnya nampak adek adem saja, seperti nya pemilik lahan atau tambang ilegal ini seperti nya tak tersentuh hukum.

Kejadian ini seolah – olah jadi pertanyaan besar bagi kontrol sosial yang berada di daerah Pantai Barat dan dianggap pihak APH dianggap lambat dalam penanganan persoalan ini karena sampai saat ini belum ada yang di jadikan tersangka, sementara diketahui dari informasi yang beredar di masyarakat pemilik lahan tambang emas ilegal tersebut sampai saat ini masih masih tetap melenggang dan yang paling parahnya diduga pemilik nya seorang PNS.

Yang paling parahnya dari keterangan dan informasi yang di himpun dan dapat diperoleh di lapangan, dari kejadian ini sangat mengherankan dan menjadi pertanyaan masyarakat sekitar, kenapa toke sekalian yang punya alat dompeng belum ada nampak di jadikan tersangka maupun di proses secara hukum. Dan kasusnya sepertinya diam di tempat, tidak muncul ke publik.

Mengingat kasus kasus yang sudah pernah terjadi di Lingga Bayu tentang masalah tambang yang merenggut nyawa pekerja tertimbun tanah diakibatkan oleh alat dompeng nampaknya kasus nya selalu di usut sampai tuntas dan di proses secara hukum.

Tetapi kasus yang terjadi di Desa Perbatasan beberapa waktu yang lalu sampai menghilangkan nyawa orang, tetapi sepertinya tidak jalan sama sekali tentang proses hukum nya dan tindak lanjut nya sampai dimana sehingga menjadi pertanyaan bagi warga perbatasan maupun beberapa pihak media.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Dansat Brimob Polda Sumbar Pimpin Panen Jagung Di Padang Tujuh

Dari keterangan Ketua Harian DPP LSM TUMPAS, Tuppak Simamora S.E mengatakan kepada awak media Sudah pernah menanyakan kepada Kapolsek Lingga bayu beberapa hari yang lalu tentang masalah tindak lanjut kejadian tentang tambang ilegal di desa Perbatasan yang mengakibatkan korban jiwa, jawaban dari Kapolsek Lingga Bayu Kasus nya sudah di limpahkan ke Polres Madina.

Dan ketua DPP Harian LSM Tumpas mencoba Menghubungi Humas Polres Madina Tetapi jawaban dari Humas Polres Madina tidak mengetahui sama sekali tentang masalah Kejadian ada nya korban meninggal akibat tambang di Desa Perbatasan Kecamatan Lingga Bayu “ucap” Tuppak.

Ketua DPP Harian Tumpas mencoba menghubungi Kades Desa Perbatasan melalui telepon WA tentang kasus tersebut sudah sampai dimana kelanjutan nya, namun hingga sekarang kades Desa Perbatasan tidak mau mengangkat telpon WA maupun chat WA Ketua Harian DPP LSM Tumpas sehingga berita di naikkan Minggu (28/07/2024).

Selain tentang masalah tambang, toke maupun yang pemilik lahan rupanya seorang PNS di lingkungan Pendidikan dan seorang guru yang mengajar di SDN 299 Perbatasan Kecamatan Lingga Bayu nyatanya jarang masuk mengajar menurut keterangan dari Kepala sekolah saat di konfirmasi beberapa hari yang lalu oleh awak media.

Untuk menindak lanjuti tentang PNS/ASN tersebut Ketua Harian DPP LSM Tumpas akan segera menindak lanjuti ke Dinas Pendidikan Madina tentang seorang PNS/ASN yang jarang masuk ke sekolah agar di proses tentang pelanggaran yang di perbuat oleh oknum PNS tersebut.

(Tim/ red)

Berita Terkait

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!
Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 14:10

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Berita Terbaru