Tindas Petani Sawit, Diduga KSU Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Monopoli harga TBS Kelapa Sawit

- Redaksi

Minggu, 4 Agustus 2024 - 01:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, CNN Indonesia.id – KSU Hutan Tanaman Rakyat HTR,yang berstatus sebagai penampung hasil kebun masyarakat di Jorong LUBUK BUAYA Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Pasaman Barat,diduga melakukan tindakan semena mena kepada petani, dengan membeli harga buah sawit di bawah standar.

Investigasi tim media di lapangan mendapati, masyarakat petani sawit yang berada di Jorong Lubuk Buaya dan jorong Ranah Penantian, Nagari Air Bangis ,harus menanggung beban harga sawit yang semena mena dan tidak standar yang di lakukan Peron HTR,

Anto warga Trans Jorong Ranah Penantian Nagari Air Bangis saat ditemui tim awak media mengatakan, “kami warga di paksa harus menjual hasil kebun sawit yang kami tanam sendiri ke peron HTR”, ujarnya.

“Padahal harga yang di patok jauh di bawa stàndar, bak kata pepatah Sudah Jatuh di timpa tangga, soalnya pernah kami menjual ke tempat lain yang harganya lebih mahal, namun di upayakan di cekal dan dihadang oleh mereka yang dibeckingi oknum aparat Brimob”. imbuhnya.

“Padahal harga di luaran sudah mencapai 2600/kg nya, namun sawit kami hanya di hargai 1700/kg oleh pengumpul dan pengumpul mereka hargai 1940/kg saat ini,itupun di potong upah muat bongkar Rp.40 sangat jauh selisih harga yang kami terima”. tuturnya.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Jangan Menjadi Lahan Basah Bagi Mereka yang Rakus Jabatan

“Pernah dulu salah satu warga mencoba membawa ke tempat lain, arah prov Sumut,namun di hadang juga oleh oknum aparat,dan akses jalan arah Sumatra Utara telah berdiri pos Polisi, seolah buah tidak boleh di jual kemana mana selain di peron HTR yang berada di Jorong Lubuk Buaya”. ungkapnya.

Hal ini dibenarkan oleh sebagian warga Jorong Ranah Penantian, kebun sawit yang mereka panen adalah hasil dari yang mereka tanam sendiri,dan lahannya pun adalah lahan Transmigrasi yang mereka tempati sejak 1996 sampai kini”.tuturnya.

Hasil rata rata peron HTR di perkirakan mencapai 50 Ton dalam satu hari, kalau di kalkulasikan dengan selisih hampir  Rp. 500 saat ini tentu sangat banyak hasilnya”. paparnya.

hal ini juga dirasakan oleh Jumadi salah satu toko masyarakat Jorong Ranah Penantian, yang sudah berpuluh puluh tahun merasakan daerah yang sangat tertinggal, di tambah dengan hasil kebun mereka di beli dengan harga tak layak, sambungnya.

(Samino sam)

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 23:21

Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

Berita Terbaru