Saumlaki (Maluku) CNN Indonesia.id –
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Julianus Aboyaman Uwuratuw – Polikarpus Lalamafu janjikan peningkatan pendidikan dan pelayanan kesehatan jika terpilih memimpin Daerah berjuluk Duan Lolat itu. Hal ini disampaikannya saat menggelar kampanye dialogis di Desa Makatian, Kecamatan Wermaktian, belum lama ini.
Pada kampanye tersebut, masyarakat setempat dengan antusias menghadiri kampanye Boy-Poli yang dikenal dengan jargon JU4RA dan diusung Partai Golkar dan PKB.
Dalam orasinya, Julianus Aboyaman Uwuratuw sebagai calon bupati yang berprofesi sebagai dokter spesialis bedah ini, mengungkapkan tentang program unggulan Paslon JU4RA di bidang Tanimbar Unggul. Salah satunya adalah layanan pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas melalui program 1 desa 1 dokter.
Menurut Boy, sapaan akrabnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Karena bagi mereka, masyarakat Tanimbar harus mendapatkan yang terbaik.
Dia menuturkan, Paslon JU4RA ingin agar masyarakat Tanimbar di desa-desa yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan di ibu kota kabupaten, apalagi yang tinggal di pulau-pulau mendapatkan peran yang sama di dalam layanan-layanan kesehatan. Mengingat, masyarakat di daerah-daerah atau pulau-pulau sangat membutuhkan akses kesehatan dengan kualitas yang bagus.
Menurut Boy, memperbaiki sektor kesehatan adalah hal yang paling penting dalam membangun kepribadian masyarakat Tanimbar. Selain memperbaiki layanan kesehatan, Boy-Poli juga menekankan langkah preventif adalah yang paling baik. Karena itu, dirinya akan mendorong program pengembangan sarana prasarana keolaragaan ditingkat kecamatan sehingga dapat menciptakan masyarakat Tanimbar yang kuat dan sehat.
Sementara itu, Polikarpus Lalamafu sebagai calin wakil bupati dalam orasinya juga mengungkapkan tentang program 1 keluarga 1 sarjana. Dimana program tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga di KKT, khususnya bagi mereka yang berasal dari golongan kurang mampu.
Dia menjelaskan, melalui program ini, setiap keluarga di Tanimbar diharapkan dapat memiliki setidaknya satu anggota keluarganya yang menyandang gelar sarjana. Program ini akan diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Selain itu, bagi pelajar berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, juga akan diberikan beasiswa prestasi. “Bentuknya berupa program beasiswa bagi keluarga tidak mampu, juga beasiswa prestasi bagi yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
(AM).















