Banjir Sungai Di Desa Konte, Menelan Korban Jiwa dan Ternak

- Redaksi

Selasa, 17 Desember 2024 - 02:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB,CNN Indonesia.id  – Kapolsek Kempo bersama warga setempat pantang menyerah untuk mencari korban bersama Sapinya yang terbawa arus banjir yang deras, pada hari Minggu siang, (15/12/25) sekitar pukul 13.00 Wita sebuah musibah tragis terjadi di Dam Roju 2, Desa Konte, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

Sebut saja korban adalah Hasan alias Heso Bali Bunga (70), seorang petani asal Dusun Konte, hilang terseret arus banjir sungai saat berusaha menyelamatkan sapinya yang jatuh ke dalam sungai yang meluap akibat hujan deras.

Kapolsek Kempo via Kasi Humas Polres Dompu pada awak media menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban berusaha memindahkan sapi dari kandangnya, menuju kawasan pelepasan ternak Doro Ncanga Kecamatan Pekat dengan menggunakan truk. Saat sapi hendak dinaikkan ke truk, sapi tersebut tiba-tiba berontak dan melarikan diri ke dalam sungai yang tengah meluap.

Korban yang berusaha menyelamatkan sapinya, menarik tali sapi yang terjerat di sungai, namun karena derasnya arus, korban tidak dapat menahan tarikan sapi dan akhirnya terseret arus bersama sapinya.

“Sapi yang terbawa arus ditemukan dalam keadaan mati sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, namun hingga berita ini diturunkan, korban masih belum berhasil ditemukan, papar Kapolsek Kempo di lokasi kejadian.

Mendapatkan laporan dari warga, Kapolsek Kempo, Ipda Jubaidin, langsung mengerahkan anggotanya untuk menuju lokasi kejadian dan memulai pencarian korban. Tidak hanya memimpin dari belakang, Kapolsek Jubaidin menunjukkan aksi luar biasa dengan turun langsung menyusuri sungai bersama masyarakat setempat. Dengan mengenakan seragam lengkap, ia tidak gentar menghadapi arus sungai yang sangat deras dan medan yang terjal.

Kapolsek yang penuh semangat ini menyusuri aliran sungai dengan tekad kuat untuk menemukan korban. “Kami tidak akan berhenti sampai korban ditemukan. Saya akan terus bersama masyarakat untuk melakukan pencarian ini,” ujar Kapolsek dengan semangat yang tak pernah padam.

Baca Juga:  Penyebar Shabu Asal Kempo di Libas Tim Opsnal Polres Dompu, Diduga Kakak Beradik

Dalam keterangan pers yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Dompu, mengungkapkan bahwa meskipun sapi yang terbawa arus telah ditemukan dalam keadaan mati, pihaknya tetap berupaya keras mencari korban.

“Kami di bantu warga setempat terus mencari korban di sepanjang aliran sungai. Saya juga turun langsung untuk memastikan pencarian ini dilakukan dengan penuh perhatian,” ungkap Kapolsek Jubaidin.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan segera meminta bantuan dari tim Basarnas dan BPBD Kabupaten Dompu untuk mempercepat proses pencarian korban sampai dapat, tandasnya.

Kemudian “kami berharap anggota Basarnas bersama tim BPBD Dompu agar bisa segera membantu kami mengatasi kesulitan medan ini. Dan Kami tetap berdoa dan optimis agar korban segera ditemukan malam ini,”tandas Kapolsek dengan penuh harapan.

Keluarga korban yang menunggu dengan cemas di rumah duka sangat berharap agar korban segera ditemukan. “Kami hanya berharap korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat dan rasa terima kasih kepada Kapolsek Kempo dan masyarakat yang telah berusaha keras membantu kami,” ujar salah seorang kerabat korban dengan penuh harap.

Pencarian korban akan terus dilanjutkan, dengan harapan bantuan Basarnas dan BPBD Kabupaten Dompu dapat mempercepat proses pencarian di medan yang sulit dijangkau, harapnya.

Aksi luar biasa yang ditunjukkan oleh Kapolsek Kempo, yang turun langsung menyusuri sungai yang deras, memperlihatkan komitmen dan dedikasinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam situasi yang penuh tantangan.

Sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan tapi semangat gotong royong antara aparat kepolisian dan warga setempat terus menjadi kekuatan utama dalam pencarian korban yang terseret arus banjir, pungkas Kapolsek Kempo melalui kasi humas Polres Dompu Iptu Zuharis SH. Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:15

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Berita Terbaru