Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Seorang Politisi Intellectual dimasa Penjajahan dan Pasca Kemerdekaan Indonesia. H. M. YUSUF RANGKUTI , SH.
Tano Sere Mandailing melahirkan banyak orang – orang Pergerakan serta dimasa Pasca Kemerdekaan juga melahirkan Para Aktivis – Aktivis Kampus yang handal dan berkwalitas.
Salah satu Putra Terbaik Mandailing itu adalah: Mantan REKTOR UNIVERSITAS ISLAM MEDAN ( UISU ) atau tak asing bagi warga Sumatera Utara dengan sebutan UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA yang digagas oleh : juga Putra Putra Mandailing Natal ( MADINA) JENDERAl BESAR H. Abdul Haris Nasution.
Perjalanan hidup dari M. Yusuf Rangkuti , SH. ini banyak yang belum kenal dan memahaminya sepak terjang beliau dulu. Mungkin dikalangan Aktivis seangkatannya dia dinobatkan sebagai “ GURU POLITIK “ bagi adik – adik nya di Medan pada masa Orde Baru. Terlebih ia nya memberikan Rumah nya di MEDAN kawasan Sei Mati Gg. Budiman tempat berkumpulnya anak – anak dari Tano sere MANDAILING (Tanah Emas Mandailing) yang sedang berkuliah di berbagai Kampus yang ada untuk berdiskusi . Wadah yang di lahirkan nya itu diberi Nama : HIMPUNAN MAHASISWA WILLEM ISKANDER ( Mengambil Nama seorang Tokoh / Pejuang Pendidikan) di Tano Mandailing , bahkan nama tersebut sangat dikenal sebelum Ki Hajar Dewantara lahir sebagai Pejuang Pendidikan Indonesia. Ada Penjajah Belanda sampai sampai “ Menakuti “ sosok ini sebagai Pencerdas dan Pencerah anak – anak Mandailing bahkan Anak – anak Indonesia.
Justeru itulah M. Yusuf Rangkuti terlahir dari hasil dari “ Auf Klarung” ( Pencerahan ) Willem Iskander ini dimasa itu.
Sosok M. Yusuf Rangkuti ini memang sosok panutan bagi anak anak Generasi Muda yang lagi mengenyam Pendidikan di kala itu, salah satu yang membuat ketertarikan adik – adik nya pada beliau adalah : Orang yang berani mengatakan KEBENARAN DAN KEJUJURAN ( sesuai dengan Ajaran Agama Islam ). Dia merupakan orang yang memegang Teguh PRINSIP DAN DISIPLIN dalam mengarungi kehidupan, sedangkan Pola kehidupannya SEDERHANA DAN BERSAHAJA.
Banyak teman – teman nya seangkatan di Medan pada masa itu seperti Alm. H. Rotim Nasution ( Putra Batang Natal ), Salimin , Alm H. Amir hasan Lubis ( Putra Hutapungkut ) , Adamsyah seorang Pembela dibidang Hukum kala itu ( Putra Lancat Tapus ) daerah Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) sekarang. Bahkan banyak lagi di Indonesia ini sebagai teman sejawat – sejawat nya , termasuk Alm. Bengawan Ekonomi Prof. DR. Soemitro Djojohadikusumo (orangtua dari Presiden RI saat ini ) Prabowo Subianto yang merupakan kerabat dekat beliau.
Dikalangan rekan – rekan itu Ianya lebih dikenal dengan namanya “ DUKUN TAKONO”, apa arti dan maksud nya hanya rekan – rekan sejawatnya lah yang tahu akan istilah tersebut.
Mereka ini semuanya adalah : orang orang yang sudah terpatri ajaran – ajaran SOSIALISME KERAKYATAN YANG RELIGIUS yang didirikan Bung Sutan SYAHRIR putra Natal Kabupaten Madina.
Oleh karenanya tak heran bagi mereka kala itu untuk menjadi seorang manusia yang BERADAB itu harus memenuhi persyaratan : MEMEGANG TEGUH PRINSIP AKAN KEHIDUPAN , BERINTEGRITAS TINGGI , MENJUJUNG TINGGI AKAN HUMANITY / Kemanusiaan , Menjaga MORALITAS , Pendidikan yang BERKWALITAS.
Justeru itulah , jika saat ini kader – kader M. Yusuf Rangkuti di kalangan Aktivis – Aktivis Kampus tahun : 70 an maupun lainnya masih memegang teguh Prinsip dan Morality yang tinggi , itu merupakan hal yang sangat ditanamkan ke sanubari mereka mereka sebagai modal dasar Perjuangan yang hakiki.
Begitulah sekilas tentang perjalanan hidup dari Bung M. Yusuf Rangkuti, SH. sang Mantan Rektor UISU tersebut dan masih banyak lagi yang belum diungkapkan disini. Namun ianya dapat diberi Gelar Kehormatan PENDEKAR RAKYAT MANDAILING dibidang Pendidikan Politik dan Seorang INTELECTUAL RELIGIUS sejati , bahkan bisa diberikan GELAR JUGA SEORANG BAPAK PENCERAHAN BANGSA, terkhusus Tano SERE MANDAILING ( MANDAILING AUF KLARUNG).
By H. Syahrir Nasution. Gelar Sutan Kumala Bulan. S.E. MM
Managing Director : POLITICAL & ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE – Indonesia ( PECI – Indonesia ).
















