Pasaman Barat, CNN Indonesia.id – Lebih dari sepuluh hari terakhir operasi gakum peti disepanjang sungai Pasaman dan sungai batahan terus dilakukan penyisiran oleh pihak kepolisian, Rabu 06 Agustus 2025.
Pantauan awak media di jembatan batang Saman dan jembatan negara ranah batahan terlihat air mengalami penurunan kepekatan yang signifikan sampai Minggu 03 Agustus lalu.
AKBP Agung Tribawanto S.I.K saat dikonfirmasi via selulernya mengatakan bahwa ia sedang diPadang mengikuti rapat gabungan dipolda Sumbar dengan institusi TNI terkait operasi gakum peti sumatera barat siang ini.
Sementara dari investigasi crew media ini ditengah masyarakat terdampat mendapatkan informasi yang mengejutkan, dimulai dari masyarakat Tombang, Rimbo jandung, air gadang, batang Saman, kampung bukit, muara kiawai, sigantang, sawah mudik, taming tengah, Tombang mudik, silaping, batahan dan lubuk manggis ternyata lebih dari tiga ribu keluarga disana menggantungkan pendapatan hidup dari aktifitas mendulang emas.
Aktifitas yang juga bagian dari warisan turun temurun ini semakin meningkat dengan adanya melibatkan beberapa alat berat yang memberikan kemudahan pengambilan material untuk didulang.
Informasi hasil investigasi crew media ini dijawab datar oleh Kapolres Pasaman Barat, bahwa tidak ada izin bagi kegiatan melanggar aturan meskipun melibatkan kebutuhan banyak masyarakat.
beliau juga menjelaskan bahwa toleransi yang diberikan bisa menyebabkan kebablasan pelanggaran hukum, penyampaian belaiau kepada media ini bahwa operasi rutin yang dilakukan belakangan ini cukup berhasil menekan mobilisasi aktivitas peti dilingkungan resort hukum Pasaman Barat.
Sementara itu Wandi salah seorang pengurus kampung di kecamatan Pasaman menjelaskan bahwa ada fenomena baru belakangan setelah adanya aktivitas tambang disana, yakni pekerja langsir di plasma Rimbo panjang mendadak hilang dan beralih kerja mendulang dipinggiran sepadan plasma, bahkan kecenderungan hilangnya TBS di kebun plasma juga menurun tajam hingga 0 (nol) kasus kehilangan.
Wandi berharap dengan tutupnya semua aktifitas pencarian emas dipinggir plasma tidak meng”kambuhkan” kembali maling pulang kampung.
(*)
















