dr. Hendri Rusdian, Kadis Kesehatan Kabupaten Agam Akan Berikan Tindakan Tegas Terhadap Dapur MBG

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, CNN Indonesia.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, menegaskan akan memberikan tindakan tertulis terhadap dapur MBG. Langkah ini diambil setelah adanya laporan banyaknya siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi makanan dari dapur tersebut.

Menurut dr. Hendri, kasus keracunan ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah yang menjadi konsumen utama. “Kami sangat prihatin, dan tentu ini menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan akan bertindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Hingga saat ini, dari total sembilan dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Agam, hanya dua dapur yang baru mengurus sertifikat SLHS (Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi) dan SPPL Padahal, sertifikat ini merupakan syarat penting untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan.

“Seharusnya, seluruh dapur pengolahan makanan yang melayani siswa wajib memiliki sertifikat SLHS. Ini adalah jaminan bahwa makanan yang disajikan aman dan higienis. Jika masih ada yang belum mengurus, maka tentu akan kami evaluasi,” tegas dr. Hendri.

Kasus keracunan yang menimpa para siswa tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat dan orang tua. Banyak yang mempertanyakan mengapa dapur MBG masih bisa beroperasi tanpa memiliki kelengkapan izin kesehatan yang seharusnya sudah dipenuhi sejak awal.

Baca Juga:  Kanim Kelas 1 Non TPI Agam Berikan Sosialisasi APOA dan MREP Guna Optimalkan Pengawasan Orang Asing

Dinas Kesehatan bersama tim terkait sudah melakukan investigasi awal di lokasi dapur MBG. Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa indikasi pelanggaran standar kebersihan yang berpotensi memicu terjadinya keracunan makanan.

dr. Hendri menambahkan, pihaknya tidak hanya akan memberikan peringatan, tetapi juga siap menutup sementara dapur yang terbukti lalai dalam memenuhi standar kesehatan. “Langkah ini demi kebaikan bersama, terutama untuk melindungi anak-anak dari bahaya makanan yang tidak aman,” katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan memperketat pengawasan ke seluruh dapur MBG yang ada di Kabupaten Agam. Setiap dapur diwajibkan segera melengkapi sertifikat SLHS, serta melakukan pembenahan sistem sanitasi, mulai dari kebersihan alat masak, penyimpanan bahan makanan, hingga proses distribusi.

Langkah tegas yang akan dilakukan pemerintah daerah  berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, karena menyangkut masa depan dan kesehatan anak-anak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menargetkan dalam waktu dekat seluruh dapur MBG harus sudah mengurus dan mengantongi sertifikat SLHS. Jika tidak, sanksi tegas berupa penutupan operasional akan diberlakukan. “Kami tidak ingin main-main dengan urusan kesehatan anak-anak. Keselamatan mereka adalah prioritas utama,” tutup dr. Hendri Rusdian.

(*)

Berita Terkait

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba
Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah
PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026
Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi
Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina
Normalisasi Batang Anai Anduriang Dibahas di Rapat Paripurna, Bunda Endarmy Temui Wagub Vasko Ruseimy
Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar
Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:38

Polsek Lingga Bayu Intensifkan Himbauan Stop PETI di Eks M3 Tapus, Warga Diminta Patuhi UU Minerba

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:12

Madina Jangan Hanya Jadi Penonton”: Publik Soroti Lemahnya Visi Industri dan Arah Ekonomi Daerah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:10

PATHIL FC Menang Tipis 1-0 atas Saroha FC di Turnamen Mahasiswa CUP I Se-Pantai Barat 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:14

Kato Nan Ampek dan Pragmatik Inggris: Saat Anak Nagari Belajar Seni Berkomunikasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:07

Khaidir Nst, SH., A.Ptnh, angkat bicara Terkait Eks BPN Madina

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:56

Bertemu Wali Kota Wesly, Pimpinan IPK dan PP Sepakat Jaga Kondusivitas, Dukung Pemerintahan, dan Tingkatkan Toleransi di Pematangsiantar

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:02

Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Wilayah Tombang Mulai Menuai Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:14

Kantor Imigrasi Agam Proses Deportasi WNA Malaysia Usai Jalani Hukuman Narkotika

Berita Terbaru