Siak, CNN Indonesia.id
Bupati Siak Afni terus bergerak berjuang untuk rakyat Siak, salah satunya diakhir tahun 2025 atau awal 2026, Afni terjun ke lokasi Lahan pertanian masyarakat di kampung Zakat desa Tasik Betung Kecamatan Sungai Mandau kabupaten Siak.
Lumbung pangan holtikultura cabai, masyarakat dibantu oleh Baznas kabupaten Siak sebesar 70 juta rupiah. Ini adalah upaya untuk menangani ketahanan pangan terutama di wilayah pelosok, daerah ini juga terpencil, tapi
di daerah ini ada ribuan warga yang membutuhkan pangan, mereka susah untuk keluar ke pasar untuk menjangkau jual beli kebutuhan pangan.
“Harapan kita disini nanti bisa terjadi sirkulasi ekonomi ujar Bupati, cuman persoalannya mudah mudahan vidio ini ditonton oleh bapak Mentri Kehutanan, Mentri Pertanian Dan bapak presiden, kami kekurangan Lahan pak, sangat kekurangan Lahan, karena Siak ini sudah dikelilingi oleh HTI- HGU,” ujar Bupati.
Tapi semangat petaninya luar biasa, kalau boleh setiap desa minimal sepuluh hektar saja dialokasikan untuk ketahanan pangan, saya rasa ekonomi masyarakat pasti bergerak, pak presiden. Untuk mensupport ke dapur MBG, jadi sirkulasi ekonominya berasal dari kabupaten kami sendiri. Kalau bisa tak minta banyak, kami punya 131 desa dan kelurahan, perdesa dapat 10 hektar aja untuk ketahanan pangan itu udah Alhamdulillah. Dan kami sebagai pemerintah daerah siap mensuportnya. Dan ini bisa dapat menghidupi banyak rumah tangga. Ujar Bupati Siak Afni.
Ini sebetulnya kalau secara aturan kita melanggar, karena kawasan kuning, kawasan hutan tanam industri. Tapi ini bukan hutan lindung dan bukan hutan konservasi,tapi hutan tanaman industri. Perusahaan juga serba salah, mau dipinjamkan ke masyarakat izinnya dari kementerian kehutanan, tak dipinjamkan tapi kita butuh. Yang penting jangan berkonflik, jangan tanam sawit, kalau kayak gini holtikultura mudah-mudahan bapak Mentri Kehutanan mendukung program program kita, Holtikultura saja, kami nanti akan bersurat kepada pihak terkait memohonkan 10 hektar perdesa, Ujar Bupati.
“Untuk perusahaan juga mohon, ini masyarakat kan tidak merusak, masyarakat cuman numpang makan, masyarakat tidak butuh kaya, masyarakat hanya butuh perutnya diisi dan bisa kenyang, tidak butuh kaya raya. Mereka nanti akan nanam ubi dan nanam cabe, nanti dijuallah keluar.” Ucap Bupati.
Karena dulunya ini adalah semuanya jauh sebelum adanya perusahaan ini adalah kampung kampung tua, yang hari ini terfratmintasi oleh izin izin, kami bergerak terus kita semangat terus, mudah-mudahan kedepan kita bisa mendapatkan untuk ketahanan pangan, pinjam lahan jadilah. Tutup Bupati Siak.
(Y.Hulu)
















