SIAK, CNN Indonesia.id
Pemerintahan kampung Pinang Sebatang Timur dan PT Arara Abadi distrik Minas-Rasau kuning, adakan sosialisasi FPIC Awal keterlibatan Masyarakat Terdampak dalam FSC (Forest Stewardship Council) Remedy. Yang bertemakan “Remedy bukan kembali ke masa lalu, tetapi membangun masa depan yang lebih baik.” Pada Selasa 6 Januari 2026.
Rangkaian acara dipandu oleh pihak PT Arara Abadi dan FSC (Forest Stewardship Council) bersama Pemerintah kampung Pinang Sebatang Timur yang di komandoi oleh Penghulu, Sudarno.
Acara dihadiri oleh Penghulu kampung Pinang Sebatang Timur, Sudarno beserta Bapekam, para Kadus, para Ketua RT/RK, LSM Penjara, Karang Taruna, Kelompok Tani, Humas PT Arara Abadi pak Aef Mahmuddin beserta rombongan.
Sudarno sebagai Penghulu menyampaikan tujuan acara sosialisasi, memberi pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara kelola hutan dengan benar yang ada di lingkungan Pinang Sebatang Timur. Perusahaan PT Arara Abadi akan memberikan pemahaman tata kelola kehutanan yang baik, bekerja sama dengan pemerintah kampung. Oleh karena itu
tentu kepada kita seluruh yang hadir pada saat ini, kita berikan masukan-masukan yang sifatnya membangun, supaya menjadi bahan perbaikan agar dampaknya positif. Oleh karenanya saya sebagai penghulu kampung mengharapkan, dengan adanya program seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta kerja sama antara perusahaan dan pemerintah kampung khususnya Kampung Pinang Sebatang Timur, yang kebetulan kampung kita ini adalah salah satu wilayah yang langsung berbatas dengan area perusahaan, baik PT Arara Abadi maupun PT Indah kiat, pastinya dengan adanya kerjasama, mudah-mudahan segala kekurangan dan keluhan masyarakat dapat di bantu oleh perusahaan, baik itu dalam bentuk bantuan sosial maupun dalam bentuk bantuan lapangan kerja, Lahan pertanian, dan lain sebagainya.
“Saya Sudarno atas nama Penghulu kampung Pinang Sebatang Timur memohon kepada PT Arara Abadi: pertama; Mohon di normalisasi Sungai yang ada di Bunut, karena jika sungai itu sudah dinormalisasi masyarakat bisa membuat keramba ikan di Sungai itu, dan tentunya hal itu sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Yang kedua; Mohan kepada perusahaan kalau membantu jangan setengah-setengah.” Ujar penghulu.
“Humas PT Arara abadi, Aef Mahmuddin menyampaikan, kita akan selalu berupaya untuk membantu masyarakat, tapi tentunya mohon jangan di banding bandingkan Kebaikan perusahaan dengan kesalahan atau kelemahan perusahaan, apalagi kelemahan pribadi saya, saya juga jika kembali kerumah status saya petani juga, maka apa yang bapak ibu rasakan itu saya rasakan juga. untuk itu program FSC ini akan terus kita sosialisasikan, kita tindak lanjuti agar hutan serta lingkungan kita aman dari dampak bencana alam dan taraf ekonomi kita meningkat,” Ucapnya.
Acara sosialisasi tersebut berjalan dengan hikmad, ada tanya jawab, canda tawa, ada juga Voucher Belanja bagi yang dapat menjawab pertanyaan dari moderator dengan benar dari PT Arara Abadi.
(Y.Hulu)















