Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id-
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, secara resmi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Saumlaki, Kamis (4/6/2026).
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa data yang akurat dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPS Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan pelatihan ini sebagai bagian penting dari tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026,” ujar Ratuanak.
Menurutnya, di tengah dinamika pembangunan yang semakin kompleks dan berbasis bukti, kebutuhan akan data yang akurat, mutakhir, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian.
“Sensus ini akan memberikan informasi penting mengenai struktur usaha, persebaran pelaku ekonomi, karakteristik sektor usaha, potensi ekonomi unggulan daerah, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penting dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, mulai dari peningkatan investasi daerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, lanjutnya, keberadaan data ekonomi yang berkualitas menjadi syarat utama dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kepada para peserta pelatihan, Wabup mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas sensus bukanlah pekerjaan yang ringan. Mereka akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis wilayah yang beragam hingga karakteristik responden yang berbeda-beda.
Namun demikian, ia optimistis pelatihan yang diberikan akan membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang memadai untuk menjalankan tugas secara profesional.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pahami dengan baik metodologi sensus, teknik wawancara, penggunaan instrumen pendataan, teknologi pendukung, serta seluruh prosedur operasional yang telah ditetapkan,” pesannya.
Wabup juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika selama proses pendataan berlangsung. Ia mengingatkan agar setiap data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan tanpa manipulasi atau rekayasa.
Selain itu, para petugas sensus diminta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha agar mereka memahami pentingnya partisipasi dalam Sensus Ekonomi sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kata Wabup, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dan berharap seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat dapat berpartisipasi aktif demi kelancaran pendataan di seluruh wilayah Tanimbar.
Mengakhiri sambutannya, Wabup menyatakan optimisme bahwa melalui kerja sama dan sinergi yang kuat antara BPS, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
(Mas).
















