Padang Pariaman, Sumbar, CNN Indonesia.id ––
Tubuhnya sudah tidak sanggup lagi berjalan. Selama 1,5 tahun Ibu Marianun, 69 tahun, hanya bisa terbaring dan duduk di lantai rumahnya. Bukan karena tidak mau berobat, tapi karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan.
Pantauan awak media langsung ke lokasi memperlihatkan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Ibu Lumpuh 1,5 Tahun Hidup di Rumah Tanpa Pintu dan WC
Ibu Marianun divonis lumpuh sejak 1,5 tahun lalu. Kedua kakinya tidak bisa lagi dibawa berjalan. Akibatnya, aktivitas sehari-hari lumpuh total. Lebih miris lagi, rumah tempat beliau tinggal tidak layak huni. Tidak ada pintu, tidak ada jendela, hanya kerangka. Dapur terbuka, kamar mandi dan WC tidak ada. Untuk mandi dan buang air, beliau harus ke sungai.
Seorang Ibu Rumah Tangga Lansia yang Tak Berdaya
Ibu Marianun, warga Padang Mantuang Mudiak, Korong Pasar Surau, Nagari Guguak. Beliau hidup sebatang kara dengan keterbatasan fisik dan ekonomi. Karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Rumah Permanen Tapi Tak Berfungsi di Nagari Guguak
Lokasi tepatnya di Padang Mantuang Mudiak, Korong Pasar Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 kayutanam , Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dari luar rumah terlihat bangunan permanen dari batu bata, namun bagian dalam memprihatinkan. Dinding bata ekspos tanpa plester, lubang angin tanpa kaca, dan atap seng yang tidak menutup semua sisi.
Sudah 1,5 Tahun Menahan Sakit Tanpa Bantuan Maksimal
Menurut keterangan, kondisi lumpuh ini sudah dialami Ibu Marianun sejak satu setengah tahun yang lalu. Selama itu pula beliau bertahan dengan kondisi rumah dan fasilitas yang serba tidak ada.
INI MENJADI SOROTAN MEDIA
Karena Ini Masalah Kemanusiaan
Seorang lansia sakit berat seharusnya mendapat perhatian dan perawatan. Namun faktor ekonomi membuat Ibu Marianun tidak bisa berobat. Kondisi rumah yang tidak ada pintu, jendela, air bersih, dan WC juga berisiko besar bagi kesehatan beliau. Ini bukan hanya soal kemiskinan, tapi soal harkat manusia.
Pemerintah Turun Langsung Cek Lokasi
Warga dan awak media berharap besar kepada pemerintah. Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan baznas (badan amil zakat) Kabupaten Padang Pariaman,wali nagari guguak,Camat 2×11 Enam Lingkung, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta turun langsung mengecek dan memberikan bantuan.
Bantuan yang paling mendesak: pengobatan, kursi roda, perbaikan rumah layak huni, serta fasilitas MCK dan air bersih.
Ibu Marianun tidak minta banyak. Beliau hanya ingin bisa hidup dengan layak di usia senja. Jangan sampai kita abai karena “mereka hanya satu orang”. Karena kepedulian sekecil apapun, bisa jadi penolong terbesar bagi beliau.
Mari kita sama-sama mengawal agar bantuan benar-benar sampai ke Ibu Marianun.(Jhrmn)
















