Dampak Dari Aktivitas PETI di Sungai Batang, Hingga Banyak Ikan Toman Milik Warga Yang Mati

- Redaksi

Minggu, 21 Juli 2024 - 15:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuas Hulu ( Kalbar ) CNN INDONESIA.ID
Awak media mendapat informasi dari warga Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas hulu hari ini minggu (21/7/2024), banyak ikan Toman warga yang disimpan dikeramba banyak yang mati. Matinya ikan toman tersebut akibat keruhnya air sungai batang. Keruhnya sungai batang diduga disebabkan banyaknya aktivitas mesin jek Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sedang aktivitas di sungai batang suhaid Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas hulu Provinsi Kalimantan Barat.

Peristiwa banyaknya ikan toman mati yang disimpan dalam keramba oleh pemiliknya tersebut, terdokumentasi dengan video sebagai bukti nyata bahwa ikan toman tersebut telah mati.

Warga setempat yang merasa dirugikan, minta agar APH turun langsung melihat dilokasi, warga yang dirugikan minta agar segera APH menindaklanjuti adanya Kegiatan PETI yang sudah nyata membunuh ikan milik warga masyarakat yang berdomisili disungai batang suhaid.

Salah satu warga yang merasa dirugikan minta, Polisi turun langsung ke lokasi PETI, karena sudah jelas dengan matinya ikan ikan kami ini akibat ulah mereka yang kerja Emas Tanpa Izin di sungai batang suhaid. hari ini banyak ikan kami yang mati, jika terus dibiarkan mereka yang bekerja, nantinya kami yang akan mati karena usaha kami sebagai nelayan tradisional tidak bisa lagi usaha cari ikan karena keruhnya air sungai batang suhaid,” Kata warga yang merasa dirugikan.

Baca Juga:  Wakil Ketua HIKMA SUMUT, Angkat Bicara Tentang Tidak Adanya Suatu Tindakan Solutif Mengenai “ PETI “ di Madina

“Dia menyampaikan pada awak media, sebenarnya kami sudah menolak kegiatan PETI secara tertulis, namun tidak diindahkan oleh para pelaku. Apalagi yang harus kami lakukan untuk menghentikan aktivitas PETI itu. “apakah kami harus dengan cara kekerasan untuk menghentikan kegiatan mereka itu,” Katanya. Maka kami berharap kepada APH agar bisa menghentikan aktivitas PETI yang ada disungai batang suhaid itu, agar kami yang pekerja sebagai nelayan tetap punya penghasilan untuk menghidupi keluarga, jelasnya.

“Sekali lagi tolong kami Pak Polisi, “mohon hentikan aktivitas PETI yang ada disungai batang suhaid, jangan sampai ada korban jiwa karena adanya pembiaran aktivitas PETI disungai batang suhaid itu. Jangan salahkan kami, jika kami bertindak dengan cara kami sendiri,” kata warga yang merasa dirugikan dari Kecamatan Suhaid itu.

Awak media menghubungi Kapolres Kapuas Hulu melalui WhatsApp, Kapolres Kapuas hulu Hendrawan Keliat mengatakan, Pihaknya akan menindaklanjuti kejadian yang terjadi yang diakibatkan matinya ikan toman milik warga diduga akibat PETI yang sedang bekerja disungai batang suhaid, minggu (21/7/2024).

“Oke pak Terimakasih infonya, segera kami tindaklanjuti,” kata Hendrawan Keliat selaku Kapolres Kapuas Hulu.

(Tim)

Berita Terkait

RSUD Magretty Lauran Resmi Beroperasi, Era Baru Layanan Kesehatan Tanimbar
Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:48

RSUD Magretty Lauran Resmi Beroperasi, Era Baru Layanan Kesehatan Tanimbar

Minggu, 19 April 2026 - 07:15

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Berita Terbaru