CNN Indonesia.id – Oleh: drh. Nur Rahmi, M.Si
Dosen Fakultas Kedokteran UNP
Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melindungi ketahanan pangan nasional. Salah satu faktor yang berperan penting dalam keamanan pangan adalah kemampuan masyarakat untuk memilih dan menyimpan bahan pangan hewani dengan tepat.
Pengetahuan mengenai cara memilih bahan pangan hewani yang segar, berkualitas, serta cara penyimpanan yang benar dapat mencegah terjadinya foodborne disease atau penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami cara pemilihan dan penyimpanan bahan pangan hewani yang baik. Hal ini umumnya disebabkan oleh keterbatasan akses informasi dan kurangnya edukasi mengenai keamanan pangan.
Akibatnya, praktik yang kurang tepat dalam memilih atau menyimpan bahan pangan hewani dapat meningkatkan risiko kontaminasi, keracunan makanan, atau penurunan kualitas gizi.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat.
Pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan edukasi melalui berbagai kanal, seperti media massa, media sosial, maupun kegiatan penyuluhan di tingkat komunitas. Sementara itu, lembaga pendidikan dan penelitian perlu aktif mengembangkan kajian dan menyediakan informasi akurat mengenai keamanan pangan hewani yang mudah dipahami masyarakat.
Namun, keberhasilan upaya ini tidak hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga terkait. Masyarakat juga harus berperan aktif, baik dalam mencari informasi yang benar maupun menyebarkannya kepada orang lain. Kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan pangan dapat menjadi fondasi untuk mencegah risiko kesehatan akibat makanan yang tidak aman.
Sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat akan membawa manfaat besar, di antaranya meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam memilih dan menyimpan bahan pangan hewani secara aman dan sehat. Dengan demikian, risiko foodborne disease dapat ditekan, kualitas hidup masyarakat meningkat, serta cita-cita mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat tercapai.















