Gelak Tawa Penerima SK PPPK 2023 Menyayat Hati Peserta Yang Kalah Saat PTUN Belum Inkrah

- Redaksi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 12:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina (Sumut) CNN Indonesia.Id
Kegembiraan diwarnai dengan tawa riang dan sujud syukur terpancar dari wajah peserta pemenang pada Seleksi Penerimaan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2023 Kabupaten Mandailing Natal yang telah menandatangani perjanjian kontrak kerja serta menerima SK dari Bupati Madina HM. Ja’far Sukhairi Nasution pada, Selasa (20/08/2024) semalam.

Tapi lain halnya dengan para peserta PPPK 2023 Madina yang dinyatakan kalah pada hasil nilai Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) namun penuh dugaan sengaja di dzolimi oleh oknum yang punya kepentingan.

Mereka menangis, hatinya tersayat saat mendengar dan mengetahui bahwa pemenang yang sama-sama bertarung dalam arena yang sama akan melakukan penandatanganan kontrak kerja dan menerima SK dari Bupati Madina, padahal dalam satu sisi dengan waktu yang bersamaan pula dengan penyerahan SK kepada pemenang PPPK 2023 Madina, disisi lain keputusan PTUN terkait PPPK 2023 Madina belum Inkrah.

“Kenapa bisa yah, mereka yang dinyatakan menang pada seleksi PPPK 2023 Madina melakukan penandatanganan kontrak kerja dan menerima SK, sedang permasalahan PPPK itu sendiri masih belum tuntas dan bahkan di PTUN sendiri pun belum Inkrah”, sebut Mulyadi Ketua Wgab Madina.

Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat-Wadah Generasi Anak Bangsa (DPC LSM-WGAB) Kabupaten Mandailing Natal ‘Mulyadi P Jambak sangat menyayangkan kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Madina, dimana telah mengeluarkan suatu kebijakan sepihak terhadap para pemenang seleksi PPPK 2023 untuk menandatangani perjanjian kontrak kerja dan menerima SK disaat Keputusan hasil nilai Seleksi Kempetensi Teknis Tambahan (SKTT) sedang bermasalah hingga mengakibatkan adanya sejumlah oknum yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap PPPK 2023 dan masih menjalani sidang pertama, bahkan keluhan yang disampaikan oleh peserta yang kalah dan merasa di dzolimi kepada PTUN pun sampai saat ini belum Inkrah.

Baca Juga:  ASN Yang Diberhentikan Protes Narasi Saat Debat Calon Bupati Nabire

“Kasihan mereka yang terdzolimi semakin diabaikan. Dari awal pengumuman nilai SKTT oleh Pemkab Madina, mereka telah berurai air mata karena merasa dicurangi oleh segelintir Oknum yang punya kepentingan, dan hal itupun kini kembali mereka rasakan, bahkan tidak cuma tangisan, hati mereka pun justru tersayat merasakan kepedihan dan menimbulkan luka mendalam saat melihat penandatanganan kontrak kerja dan penerimaan SK kepada pemenang yang dulunya sama-sama berjuang dengan mereka, sungguh Pemkab Madina sudah tidak memiliki hati nurani lagi terhadap rakyatnya. Lebih memilih mereka yang berada diatas kepentingan ketimbang mereka yang telah ditindas oleh oknum yang ambisi mengejar kepentingan itu sendiri”, ungkapnya.

Gelak Tawa dan penuh canda sebagai ungkapan syukur dan rasa bangga dari mereka para pemenang PPPK 2023 Madina yang telah menerima SK diatas permasalahan yang sampai saat ini belum tuntas dinilai telah menambah luka baru pada mereka yang merasa terdzolimi atas hasil nilai SKTT, dimana sebenarnya letak keadilan itu kepada rakyat.? Dimana jiwa kemanusiaan yang ada pada tubuh para pemimpin di Madina ini.?”ucap Ketua Wgab Madina

Pemberian SK terhadap mereka para pemenang seleksi PPPK 2023 Madina menurut Mulyadi telah mencederai Pancasila pada sila ke-2 dan ke-5 berbunyi: Kemanusiaan yang adil dan beradab dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan dipandang telah menyakiti perasaan mereka yang saat ini sedang menunggu kepastian hukum dari PTUN dan proses hukum terhadap para tersangka yang terlibat kasus suap PPPK 2023 Madina.

“Bagaimana kalau nanti ternyata PTUN membatalkan pengumuman nilai SKTT tersebut sementara peserta yang lainnya lagi sudah menerima SK, apakah tidak menambah kericuhan lagi di Kabupaten Mandailing Natal ini?”, pungkas Mulyadi.

(M.SN)

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 23:21

Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

Berita Terbaru